10 ASN di Sulawesi Selatan tergabung di organisasi terlarang Khilafatul Muslimin

10 ASN di Sulsel Tercatat Gabung Jadi Anggota Khilafatul Muslimin
Plang Pondok Pesantren Khilafatul Muslimin di Mallawa Kabupaten Maros, Sulsel
Makassar (BERANDATIMUR)Pemberantasan organisasi terlarang terus dilakukan pemerintah salah satunya Khilafatul Muslimin. Di Sulawesi Selatan sendiri ditemukan plang organisasi ini dan 10 aparatur sipil negara (ASN) yang ditemukan tercatat menjadi anggotanya.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Kesbangpol Pemprov Sulsel Asriady Sulaiman yang disampaikan kepada awak media pada Selasa, 28 Juni 2022. Ia mengatakan, dari 10 ASN yang ditemukan tergabung dalam kelompok Khilafatul Muslimin paling banyak di Kabupaten Maros dan sebagian di Kota Makassar.
Ke-10 ASN ini telah dimintai klarifikasi beralasan bergabung dalam kelompok ini untuk mencari jati diri dimana ingin sesuatu yang berbeda. “Ke-10 orang ASN ini ketika ditanya kenapa bergabung, mereka bilang lagi mencari jati diri. Ingin sesuatu yang berbeda,” ungkap Asriady.
Selain di Kabupaten Maros, posko Khilafatul Muslimin ditemukan juga di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Sistim perekrutannya dengan menyerahkan KTP lalu dibaiat. “Pergerakan mereka (Khilafatul Muslimin) cukup tertutup, tak ada aktivitas yang menonjol dan dinyatakan radikal,” beber Asriady lagi.
10 ASN di Sulsel Tergabung Menjadi Anggota Khilafatul Muslimin
Sebuah spanduk dipasang warga menolak keberadaan Khilafatul Muslimin di Sulsel

 

Baca Juga:  Triwulan II-2018, Ekonomi Sulsel Tumbuh 7,38%

Keberadaan kelompok Khilafatul Muslimin ini, anggota dibaiat dan mendapatkan sebuah buku. Namun tidak sama dengan kelompok teroris, tetapi memiliki pemikiran tersendiri untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara.

Anggota Khilafatul Muslimin ini tidak mau percaya dengan sistem pemerintahan di Indonesia. “Mereka tidak percaya pemerintah, artinya ada upaya untuk membentuk ideologi sendiri,” terang Kepala Kesbangpol Sulsel ini.

Untuk mencegah penyebaran paham yang dianutnya, seluruh aktivitas organisasi di pondok Khilafatul Muslimin Kabupaten Maros secara resmi ditutup dan santrinya dipulangkan ke orangtua masing-masing.Santri Pondok Khilafatul Muslimin di Kabupaten Maros berjumlah puluhan orang, kebanyakan berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca Juga:  Cagub Zainal A Paliwang Diundang IKAMI Sulsel Cabang Tarakan

Saat ini, kepolisian telah menetapkan dua tersangka dari kelompok Khilafatul Muslimin yakni ketua dan sekretaris organisasi ini di Sulsel. Tersangka dijerat pasal 14 dan atau pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHPidana dan UU Nomor 17 tahun 2017 Tentang Ormas. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here