Pelni Nunukan Angkut Puluhan Ton Bantuan Korban Tsunami Sulteng

Nunukan (berandatimur.com) РPT Pelni dengan menggunakan armadanya KM Lambelu mengangkut puluhan ton bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Sulteng secara gratis dari Pelabuha  Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Bantuan yang didrop ke pelabuhan dengan menggunakan puluhan mobil truk itu sejak Senin (8/10) malam hingga Selasa (9/10) pagi.

Bantuan yang diperoleh dari donasi warga oleh sejumlah posko di Kabupaten Nunukan tersebut berupa pakaian, makanan instan, minuman dan sebagainya.

Kepala PT Pelni Cabang Nunukan, Musli Yuslian di Nunukan, Selasa (9/10) mengatakan, KM Lambelu akan merapat di Pelabuhan Tunon Taka sekira pukul 10.00 wita dan berangkat menuju Pelabuhan Pantoloan Toli-Toli Sulteng.

Baca Juga:  Cawagub Yansen TP JaJal Jalan Kubangan di Krayan, Warga: Minim Sentuhan Pembangunan

Selanjutnya, bantuan sebanyak 17 truk ditambah satu tronton dari Pulau Sebatik serta tiga mobil pick up berasal dari Pemkab dan PMI Nunukan dan warga Pulau Sebatik.

Musli mengungkapkan, droping bantaun tersebut sudah dimulai sejak Senin (8/10) malam hingga Selasa (9/10) pagi sebelum KM Lambelu merapat di Pelabuhan Tunon Taka.

Rincian bantuan yang diangkut KM Lambelu masing-masing 10 truk oleh beberapa posko yang didirikan masyarakat di Kabupaten Nunukan dan satu tronton dari Pulau Sebatik.

Buruh pelabuhan yang melakukan bongkar muat bantuan bagi korban gempa dan tsunami Sulteng di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan. Foto: PT Pelni Nunukan

Lalu, tujuh truk hasil pengumpulan oleh Pemkab dan PMI Nunukan. Bantuan dikemas dalam karung berupa pakaian, makanan instan, minuman dan kebutuhan pokok lainnya.

Baca Juga:  Status Hukum 2 Anggota Polisi Malaysia, Imigrasi Nunukan Tunggu Hasil Koordinasi Pimpinan

Pengiriman bantuan bagi korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi Provinsi Sulteng secara gratis, jelas Musli. “Masyarakat Kabupaten Nunukan sangat antusias memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang terkena dampak genmpa dan tsunami di Sulteng,” kata dia.

Bahkan, proses bongkar muat di Pelabuhan Tunon Taka oleh puluhan buruh tanpa dibayar. “Buruh-buruh pelabuhan membongkar bantuan ini tanpa dibayar,” beber Musli.(***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here