Nunukan (berandatimur.com) – Menindaklanjuti keluhan peternak ayam dan hasil pertemuan dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Kaltara maka Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat langsung melakukan sidak terhadap pedagang daging ayam di pasar-pasar.

Pertemuan antara peternak ayam segar dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan yang dimediasi oleh Kadin Nunukan pada Selasa (16/10).

Keluhan peternak ayam di Kabupaten Nunukan berkaitan dengan harga pembelian pedagang di kandang sangat rendah sementara harga daging ayam di pasar tetap tinggi yakni Rp38.000-Rp40.000 per kilo gram.

Ketua Kadin Nunukan, Irsan Humokor melalui keterangan tertulisnya dari Nunukan, Rabu (17/10) mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Dinas Peternakan Kabupaten Nunukan terkait keluhan peternak ayam di daerahnya.

Baca Juga:  Gara-gara Indonesia, Malaysia alami "kiamat" kekurangan pekerja

Pemantauan lapak-lapak pedagang daging ayam dan harganya di Pasar Inhutabi dan Pasar Pagi.

“Tindak lanjut dari hasil pendampingan kami terhadap peternak ayam segar di Kabupaten Nunukan langsung direspon oleh pihak pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian dengan turun ke paaar memantau pedagang,” terang Irsan.

Selain memantau harga daging ayam di pasar-pasar, Pemkab Nunukan bersama Kadin setempat mendatangi pula kandang-kandang ayam pada beberapa lokasi.

Irsan menambahkan, data yang diperoleh dari hasil pemantauan tersebut akan dijadikan bahan acuan pada rapat bersama antara peternak ayam mandiri dan peternak usaha kemitraan dengan Pemkab Nunukan yang telah diagendakan Dinas Perdagangan setempat.

Baca Juga:  Dinas Perdagangan Nunukan Tegaskan Elpiji 3 Kg Hanya Buat Warga Miskin dan UMKM

Pada pertemuan nantinya dibahas soal standarisasi harga ayam dari kandang agar tidak terjadi persaingan tidak sehat sesama peternak.

Keluhan peternak soal rendahnya harga pembelian pedagang di kandang menimbulkan kerugian besar karena sebagian diantaranya tidak terjual.

Akibatnya, berdampak pada harga tidak sehat yang berpotensi merusak tatanan harga secara keseluruhan.

“Peternak ayam di Kabupaten Nunukan meminta kepada Pemkab Nunukan menetapkan standar harga ayam hidup dan daging ayam,” kata Irsan. (***)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here