2.500 Rumah Warga Kurang Mampu di Kaltara Direhab Tahun 2019. Irianto: 2.000 Unit Dibiayai APBN, 500 Unit Menggunakan APBD

NUNUKAN (berandatimur.com) – Sebanyak 2.500 unit rumah warga kurang mampu yang akan direhab di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Utara pada tahun anggaran 2019.

Program rehab rumah warga kurang mampu ini menggunakan dana yang bersumber dari APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) sebanyak 2.000 unit dan 500 unit menggunakan dana APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah).

Melalui akun facebook, Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, Minggu (6/1) menanggapi bahwa program ini adalah kelanjutan tahun sebelumnya menggunakan sumber anggaran yang sama.

Melalui dana APBN, kata dia, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dimana prosesnya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) pemerintah pusat tentang lokasi desanya. Sedangkan dana dari APBD, untuk lokasinya akan menyesuaikan.

Baca Juga:  DPRD Nunukan Tanggapi Juga Soal "Border Trade" Sabah-Nunukan
Rincian rumah warga kurang mampu yang akan direhab pada setiap kabupaten/kota di Kaltara pada tahun 2019

Program rehab rumah warga kurang mampu sebanyak 2.500 unit pada tahun 2019 maka total rumah di Kaltara termasuk tahun sebelumnya mencapai 9.500 unit.

Apabila program ini berkelanjutan maka target 10.000 unit rumah yang direhab hingga tahun 2020 di Kaltara akan tercapai.

Irianto mengungkapkan, sejak progran rehab rumah warga kurang mampu pada tahun 2016 hingga 2018 baik menggunakan APBN maupun APBD Kaltara telah mencapai 6.923 unit pada lima kabupaten/kota.

Menyinggung soal program rehab melalui program BSPS, dia katakan, fasilitasi pemerintah pusat berupa bantuan stimulan untuk pembangunan atau peningkatan kualitas rumah kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga:  Kaltara Kaya SDA, Zainal-Yansen: Harus Dikelola Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Maksudnya adalah masyarakat yang mempunyai keterbatasan daya beli, sehingga perlu mendapat dukungan pemerintah pusat untuk memperoleh rumah yang layak huni.

Bantuan stimulan tersebut secara kuncinya setiap rumah mendapatkan anggaran sebesar Rp10 juta sampai Rp15 juta disesuaikan kondisinya.

“Jika rumahnya kategori rusak ringan maka bantuan tersebut diberikan sebesar Rp 10 juta, tetapi apabila kerusakan rumah masuk dalam kategori rusak berat maka akan diberikan bantuan rehab sebesar Rp 15 juta,” beber Gubernur Kaltara ini.

Program bantuan rehab rumah ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

Baca Juga:  Selama Dua Hari Ini, 12 Pasien COVID-19 Sembuh yang Dirawat Sisa 37 Orang

“Melalui program bantuan rehab rumah ini, diharapkan juga nantinya bisa membangkitkan kepercayaan diri masyarakat,” kata dia. (***)

Editor: M Rusman

Sumber: Humas Pemprov Kaltara

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here