Home / Olahraga

Selasa, 4 April 2023 - 19:51 WIB

Wartawan Inggeris Ungkap Alasan FIFA Copot Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Jakarta (BERANDATIMUR) – Wartawan Inggeris mengungkapkan fakta tentang pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 bukan karena politik.

Tetapi sebenarnya, tindakan FIFA tersebut karena ketidaklayakan stadion tempat pelaksanaan ajang sepak bola internasional ini.

Sebenarnya, pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 telah menjadi pro kontra di Indonesia. Bahkan ada saja kelompok tertentu memanfaatkan momentum ini ke ranah politik.

Maklum, saat ini suasana perpolitikan di Indonesia mulai memanas menjelang Pilpres 2024.

Akibatnya, penyebab yang membuat FIFA mencoret Indonesia pun tidak dijelaskan secara detail dalam suratnya.

Dalam keterangan resmi FIFA hanya menyebutkan alasan pencabutan karena “keadaan saat ini”. Dimana keterangan ini menimbulkan multitafsir sehingga memunculkan polemik di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Dikutip dari Tempo.co pada Selasa, 4 April 2023, Rob Harris, wartawan olahraga Kantor Berita Associated Press di Inggris membocorkan penyebab sebenarnya FIFA mencabut Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 melalui laman Twitter pribadinya @RobHarris.

Jurnalis Inggeris mengunggah bahwa FIFA merasa bahwa Indonesia tidak akan siap (menggelar Piala Dunia U-20) berdasarkan kunjungan lapangan.

“Itu menjadi salah satu faktor penyebab pembatalan Piala Dunia U-20 di sana (Indonesia), di tengah-tengah pembicaraan tentang partisipasi Israel berlangsung,” tulis @RobHarris.

Rob Harris seringkali mengungkap berbagai bocoran untuk kasus olahraga besar dalam laman media sosialnya.

Meskipun unggahan Rob Harris ini belum mendapatkan tanggapan dari pihak terkait, namun telah memberikan sudut pandang sendiri atas permasalahan yang sedang ribut di Indonesia saat ini.

Banyak pihak yang menyatakan penolakan Israel dianggap sebagai alasan pencopotan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA.

Ada pula yang mengaitkannya dengan tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang.

Jangan Lewatkan  PSM Unggul 2-0 Dibabak Pertama Atas Madura United

Perlu diketahui, sebelum mencoret Indonesia, FIFA telah melakukan inspeksi pada enam stadion yang ditunjuk PSSI untuk menyelenggarakan Piala Dunia U-20 pada 21-27 Maret 2023.

Bahkan inspeksi terakhir oleh FIFA masih berlangsung bersamaan terbitnya surat pencoretan Indonesia sebagai tuan rumah.

Keenam stadion yang diinspeksi FIFA adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta; Stadion Si Jalak Harupat; Stadion Kapten I Wayan Dipta Bali; Stadion Manahan Solo; Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya; Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

FIFA mengawali inspeksi pada 22 Maret 2023 di SUGBK dengan hasil bahwa lapangan latihan masih perlu disesuaikan dan tambahan fasilitas pendukung.

Selanjutnya pada 23 Maret 2023 inspeksi FIFA di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung pada 24 Maret 2023.

Stadion Manahan Solo pada 25 Maret 2023 dan Gelora Bung Tomo Surabaya pada 26 Maret 2023.

Dari hasil kunjungan tim inspeksi FIFA pada hampir semua stadion meremomendasikan masih terdapat kekurangan yang butuh pembenahan.

FIFA Team Project Venue Management, Christian Schmolzer menyebutkan aspek yang diperiksa pada stadion yang ditunjuk sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20 adalah manajemen dan keamanan, marketing dan kompetisi, media, penyiaran, IT, teknologi, serta operasional pengunjung dan akreditasi.

“Kami datang langsung ke sini untuk mengecek dan mengonfirmasi dengan LOC serta otoritas setempat tentang beberapa hal, di antaranya tata kelola stadion, alur keluar masuk, dan area parkir,” ujar Christian Schmolzer.

Secara terpisah, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkap penyebab pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 karena FIFA melihat adanya intervensi terhadap penyelenggaraan dari sejumlah pihak.

“FIFA ini kan otoritas tertinggi sepak bola di dunia, tentu dengan segala keberatan yang sudah disampaikan (terhadap Piala Dunia U-20), FIFA melihat ini sebagai sebuah intervensi,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta pada Jumat, 31 Maret 2023.

Jangan Lewatkan  Persebaya Kandaskan Ambisi Persis Solo Dengan Skor 3-2

Selain itu, Erick juga menilai jika FIFA mempertimbangkan masalah keamanan Piala Dunia U-20 yang sebelumnya sudah dijamin.

“Di dalam host contract sebagai negara dan host city contract yang ditandatangan, salah satunya kami menjamin keamanan. Tentu ini yang menjadi pertimbangan FIFA juga,” sebut Menteri BUMN ini.

“Kalau dilihat dari segi fasilitas, saya rasa FIFA sudah bicara lapangan yang sebelumnya belum siap (jadi siap). Terima kasih pemerintah pusat benar-benar mempersiapkan lapangan itu sehingga bisa lolos semuanya,” kata Erick. (***)

Editor: M Rusman

Share :

Baca Juga

Olahraga

PSM Makassar Pincang, Terancam Kalah dari Bhayangkara FC

Olahraga

Ganjar Tolak Israel Main di Piala Dunia U-20 di Indonesia, Alasannya Kita Ikut Amanat Soekarno

Internasional

Bendera Merah Putih Dipasang Terbalik di SEA Games Kamboja, Indonesia Protes 

Kaltara

Atlet Menembak Nunukan Raih Medali Emas di Kejurnas di Jakarta 
Drawing Piala Dunia U-20 Dibatalkan FIFA

Nasional

Drawing Piala Dunia U-20 Batal, Pengamat Nilai Bencana Sepak Bola Indonesia
FIFA Matchday: {Pemain PSM Makassar Menggila Saat Melawan Burundi

Nasional

FIFA Matchday: Pemain PSM Menggila Saat Laga Melawan Burundi
PSSI Tambah Hukuman Bek PSM Yuran Fernandes

Nasional

Komdis PSSI Menambah Hukuman Bek PSM Yuran Fernandes, Bagaimana Lawan Madura

Olahraga

23 Tahun Menanti, PSM Merayakan Gelar Juara Meskipun Liga Belum Berakhir