Home / Pemilu / Politik

Rabu, 31 Mei 2023 - 10:07 WIB

Ini Kelebihan dan Kelemahan Sistim Pemilu Proporsional Terbuka dan Tertutup

Jakarta (BERANDATIMUR) – Sistim Pemilu 2024 sedang digodok di Mahkamah Konstitusi (MK) apakah menetapkan proporsional terbuka atau tertutup.

Kedua sistim ini sedang hangat menjadi perbincangan, masing-masing memiliki kelebihan dan kelemahan.

Sistim Pemilu 2024, menjadi hangat diperbincangkan karena adanya sejumlah pihak yang menggugat di MK.

Gugatan itu meminta agar sistim Pemilu 2024 menggunakan proporsional tertutup.

Sistem proporsional terbuka yang digunakan pada pemilu sebelumnya, rakyat diberikan keleluasaan memilih wakilnya di dewan perwakilan rakyat dengan mencoblos calonnya yang diajukan oleh partai politik (parpol).

Sementara sistem proporsional tertutup, rakyat atau pemilih hanya memilih parpol dan bukan memilih calon wakil rakyat secara personal.

Dikutip dari berbagai sumber, salah satunya Buku Pemilu Dalam Transisi Demokrasi Indonesia “Catatan Isu dan Kontroversi (2018)” oleh Januari Sihotang disebutkan sistem proporsional tertutup adalah sistem pemilihan di mana rakyat hanya memilih partai saja, sehingga wakil rakyat terpilih akan ditetapkan oleh parpol berdasarkan nomor urut.

– Perbedaan Sistem Proporsional Terbuka dan Tertutup

Dari Buku Hukum Pemilu di Indonesia (2023) oleh Abdul Hakam Sholahuddin dkk menjelaskan kelebihan dan kelemahan  sistim proporsional terbuka dan tertutup.

– Kelebihan sistem proporsional terbuka:

Rakyat atau pemilih dapat langsung memilih wakilnya yang akan duduk di parlemen untuk dapat mewakili aspirasinya.
Merupakan kemajuan dalam berdemokrasi.

Partisipasi dan kendali masyarakat meningkat, sehingga dapat mendorong peningkatan kinerja partai dan parlemen.
Mendorong kandidat bersaing dalam memobilisasi dukungan massa untuk kemenangan.

– Kekurangan sistem proporsional terbuka:

* Melahirkan wakil rakyat yang belum teruji dan sebagian bukan kader terbaik pada suatu partai karena secara realitasnya rakyat atau pemilih mengabaikan kapasitas atau hanya memilih yang bermodal atau berduit.

Jangan Lewatkan  Perolehan Suara Golkar-Gerindra Bersaing Ketat di Sabah

* Terjadi persaingan kurang sehat antarcalon dalam satu partai.
Peluang terjadinya politik uang sangat tinggi.
* Perhitungan hasil suara rumit.
* Sulit menegakkan kuota gender dan etnis.
* Biaya pemilu menjadi sangat besar.

– Kelebihan sistem proporsional tertutup:

* Memperkuat partai politik dan memberikan kesempatan besar pada kader yang potensial.
* Menekan potensi politik uang.
Mempermudah dalam memenuhi kuota perempuan atau etnis yang dianggap minoritas.
* Biaya pemilu menjadi murah.

– Kekurangan sistem proporsional tertutup:

* Menutup kanal partisipasi publik yang lebih besar karena masyarakat tidak memilih calon legislatif.
* Berpotensi sebagai kemunduran demokrasi.
* Berpotensi menguatkan oligarki di internal partai politik.
* Berpotensi dilakukannya politik uang di internal partai politik dalam menentukan nomor urut calon.

(Redaksi)

Share :

Baca Juga

Nasional

Dukungan Capres Jokowi, Sudah Mengerucut ke Satu Nama

Nasional

Nasdem dan Demokrat Bakal Merapat ke Koalisi PDIP, Denny: Bidak yang Dikorbankan

Pemilu

Bawaslu Minta Parpol Buka Sendiri APK Sebelum Masa Tenang
Hari Ini, KPU Nunukan Rapat Pleno Rekapitulasi DPHP Pemilu 2024

Kaltara

Hari Ini, KPU Nunukan Rapat Pleno Rekapitulasi DPHP dan Penyusunan DPS

Nasional

Jokowi Bisiki Megawati Soal Capres 2024
Bacaleg Usia 21 Tahun, Punya Komitmen Majukan SDM Generasi Muda

Pemilu

Baru Berusia 21 Tahun, Bacaleg PKN Ini Punya Komitmen Kuat Memajukan SDM Generasi Muda

Internasional

Ajak WNI di Sabah, Laporkan Pelanggaran Tahapan Pemilu 2024
Pengurus PKN Akan Jemput Anas Urbaningrum Saat Bebas dari Lapas Suka Miskin

Nasional

Pengurus PKN Akan Jemput Anas Urbaningrum Saat Bebas