Home / Daerah

Minggu, 12 November 2023 - 08:43 WIB

Elpiji Selalu Menghilang, Warga Perbatasan Butuh Solusi

Warga terpaksa memasak pakai kayu akibat dari ketiadaan gas elpiji produk Indonesia, Jumat (10/11). FOTO: berandatimur.com

Warga terpaksa memasak pakai kayu akibat dari ketiadaan gas elpiji produk Indonesia, Jumat (10/11). FOTO: berandatimur.com

Nunukan (BERANDATIMUR) – Sejak beberapa hari ini atau bahkan sudah memasuki satu bulan terakhir, gas elpiji dI Kabupaten Nunukan, Kaltara menghilang dari peredaran. Entah apa penyebabnya, belum ditemukan solusinya sampai sekarang. Pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi terkesan ‘masa bodoh” alias acuh tak acuh.

Padahal, permasalahan gas elpiji sudah sering terjadi di daerah itu sehingga tidak mungkin Pemkab Nunukan maupun Pemprov Kaltara tidak mengetahuinya.

Kesan “masa bodoh” Pemkab Nunukan maupun Pemprov Kaltara atas permasalahan yang seringkali dialami masyarakat di wilayah perbatasan sangat disayangkan.

Mestinya memiliki kepekaan dari penderitaan warganya dimana akibat dari ketiadaan elpiji produksi dalam negeri di wilayah perbatasan RI-Malaysia ini baik 3 kilo gram (subsidi) maupun 5 kilo gram (non subsidi), ada masyarakat terpaksa memasak pakai kayu.

Jeritan masyarakat perbatasan di Kabupaten Nunukan sepatutnya mendapatkan perhatian serius dengan mencarikan solusi agar gas elpiji produksi dalam negeri tidak selalu menghilang.

Andai tidak ada gas elpiji pasokan dari negera tetangga Malaysia, kemungkinan masyarakat di Kabupaten Nunukan sudah sangat sengsara alias kelaparan.

Nurlela, salah seorang warga di Kelurahan Nunukan Timur mengaku, terpaksa memasak pakai kayu sejak sebulan lalu akibat dari ketiadaan gas elpiji subsidi 3 kilo gram.

Itupun, lanjut dia, terbatasnya kayu juga menjadi kendala bagi keluarganya. “Biar mau masak pakai kayu juga audah mulai susah karena kayu juga sangat terbatas,” tutur dia kepada awak media ini dI kediamannya pada Jumat, 10 Nopember 2023.

Ibu rumah tangga dua anak ini menambahkan, memasak pakai kayu karena ketudakmampuannya membeli gas elpiji pasokan dari Malaysia. “Harganya mahal sekali sampai 300 ribu,” ujar dia.

Ia mengatakan hanya mampu membeli gas elpiji bersubsidi yang 3 kilo gram saja. Oleh karena itu, setiap tidak ada elpiji bersubsidi ini dijual di Kabupaten Nunukan maka terpaksa memasak pakai kayu lagi.

Jangan Lewatkan  Aparat Tewas Ditembak KKB Saat Mengamankan Sholat Tarwih di Papua Pegunungan

Berbagai informasi yang dihimpun berkaitan dengan penyebab ketiadaan gas elpiji produk dalam negeri di Kabupaten Nunukan akhir-akhir ini.

Salah satunya, alasan tidak ada kapal pengangkut dari PT Pertamina Tarakan ke Kabupaten Nunukan. Karena kapal yang mengangkut selama ini sedang docking.

Ada beberapa alasan lain yang diperoleh media ini, namun semuanya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Anehnya, ketiadaan gas elpiji produk dalam negeri di Kabupaten Nunukan ini sering terjadi namun hampir tidak pernah terdengar upaya (solusi) atau terobosan dari pemerintah daerah setempat agar tidak terjadi kelangkaan. Padahal warga perbatasan membutuhkan solusi atau inisiatif dari Pemda.

Seorang penjual gas elpiji ukuran 5 kilo gran di Jalan Pelabuhan Baru Kelurahan Nunukan Timur pada Kamis, 9 November 2023 menyatakan, sudah sepekan tidak ada pasokan dari PT Pertamina. “Sudah satu minggu ini tidak ada gas elpiji (5 kilo gram) yang datang. Kurang tau juga kenapa begitu,” ujar ibu rumah tangga ini di kiosnya.

Ibu yang menolak menyebutkan namanya ini mengatakan, dirinya pun harus menggunakan gas elpiji asal Malaysia. “Untung ada saja gas dari sebelah (Malaysia). Kalau tidak itu maka sengsaralah kita ini di perbatasan,” ucap dia.

Itupun kata dia, harga gas elpiji asal negeri jiran inipun tiba-tiba dinaikkan. Mungkin gara-gara ketiadaan elpiji Indonesia.

Sekaitan dengan permasalahan gas elpiji ini, Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Kabag Ekonomi Pembangunan telah berusaha dikonfirmasi namun belum berhasil hingga berita ini ditayangkan. (Redaksi)

Share :

Baca Juga

Daerah

Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Penghubung Sinjai-Kajang, 2 Tersangka Ditahan

Daerah

BBM Langka Lagi di Nunukan, Pengendara Panas-Panasan Mengantre, Petugas APMS Rapti Sibuk Layani Jeriken

Daerah

Truk Tertimbun Limbah Nikel di Morowali, 2 Warga Sulsel Dilaporkan Tewas

Daerah

Calon Penumpang Kesal, Keberangkatan KM Lambelu dari Nunukan Diundur Sampai 3 Kali

Daerah

BPBD Nunukan Akui Keliru, Hasil Kajian Penyebab Banjir di Wilayah Krayan
Tingkah LUcu Jemaah Haji di Tanah Suci Mekah.

Daerah

Tingkah Lucu Jemaah Haji Ini Minta Turun Dari Pesawat Karena Ingat Ayamnya di Rumah

Daerah

Densus 88 Tangkap Guru SD di Sigi

Daerah

Sebelum Kejadian, Paisal Suka Melamun Diayunan dan Bersihkan Mobil