Home / Ekonomi-Bisnis / Kaltara

Selasa, 21 November 2023 - 18:16 WIB

Realisasi Investasi di Kaltara Sudah Mencapai Rp15 T, Didominasi Modal Asing

Tanjung Selor (BERANDATIMUR) – Provinsi Kalimantan Utara mencatatkan angka realisasi investasi sebesar Rp15 triliun per triwulan III 2023, atau sepanjang Januari sampai September 2023. Lebih dari separuhnya disumbangkan modal asing (PMA) yang mencapai USD551,87 juta atau setara Rp8,65 triliun (Kurs BI Rp15.500).  Sementara itu, investasi modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp6,35 triliun.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, investasi PMA tertinggi pada sektor listrik, gas dan air berada pada kisaran USD203,42 juta atau Rp3,15 triliun dari 39 proyek yang berjalan.

Kemudian, pada sektor industri kertas dan percetakan yang menyumbang investasi sebesar USD166,82 juta atau Rp2,58 triliun dari 3 proyek. Selanjutnya, peringkat ketiga tertinggi pada sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai USD101,62 juta atau Rp1,57 triliun dari 12 proyek.

Di samping itu, PMA yang masuk ke Kaltara ada di sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan senilai USD47,73 juta atau Rp739,81 miliar dari 36 proyek, sektor industri makanan sebesar USD17,13 juta atau Rp265,51 miliar dari 43 proyek, sektor konstruksi sebesar USD8,42 juta (Rp130,51 miliar) dari 18 proyek dan sektor pertambangan sebesar USD3,13 juta (Rp48,51 miliar) dari 12 proyek.

Investasi asing juga masuk pada sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar USD2,13 juta (Rp33,01 miliar) dari 14 proyek, sektor kehutanan sebesar USD841,9 ribu (Rp13,04 miliar) dari 6 proyek, sektor industri kimia dan farmasi sebesar USD483,4 ribu (Rp7,49 miliar) dari 19 proyek, sektor hotel dan restoran sebesar USD36 ribu (Rp558 juta) dari 2 proyek.

Selanjutnya, terjadi realisasi investasi pada sektor perdagangan dan reparasi sebesar USD34,5 ribu (Rp534,75 juta) dari 9 proyek, sektor jasa lainnya sebesar USD24,40 ribu (Rp378,20 juta) dari 7 proyek, sektor industri mesin, elektronik dan kelompoknya sebesar USD7,2 ribu (Rp111,60 juta) dari 3 proyek dan sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar USD6,6 ribu (Rp102 juta) dari 7 proyek.

Jangan Lewatkan  Laura Ajak Masyarakat Nunukan Doakan Konflik Israel-Palestina Segera Berakhir

Beralih ke investasi dalam negeri, realisasi terbesar berasal dari sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan senilai Rp2,52 triliun dari 82 proyek, sektor listrik gas dan air senilai Rp1,67 triliun dari 86 proyek dan sektor pertambangan senilai Rp873,85 miliar dari 103 proyek.

Lalu, PMDN juga masuk pada sektor perdagangan dan reparasi senilai Rp385,76 miliar dari 230 proyek, sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp339,12 miliar dari 23 proyek dan sektor konstruksi sebesar Rp252,63 miliar dari 199 proyek.

Investasi PMDN terealisasi pada sektor kehutanan sebesarRp73,93 miliar dari 75 proyek, sektor industri kayu sebesar Rp71,91 miliar dari 12 proyek, sektor jasa lainnya sebesar Rp54,75 miliar dari 174 proyek dan sektor industri makanan sebesar Rp38,56 miliar dari 25 proyek.

Lebih lengkap, investasi juga berlangsung pada sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi sebesar Rp31,33 miliar dari 69 proyek, sektor industri kimia dan farmasi sebesar Rp17,61 miliar dari 6 proyek, sektor hotel dan restoran sebesar Rp4,96 miliar dari 20 proyek dan sektor industri mineral non logam sebesar Rp4,59 miliar dari 3 proyek. Sementara itu, investasi di bawah Rp1 miliar tercatat pada empat sektor lapangan usaha lain dengan total 36 proyek.

Sebelumnya, Penata Kelola Penanaman Modal – Ahli Muda pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Utara, Rahman Putrayani mengatakan, pertumbuhan realisasi investasi di Kalimantan Utara dalam empat tahun terakhir memang tergolong agresif. Dimana terjadi peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun.

Pada 2020, tercatat realisasi investasi di Kaltara sebesar Rp3,2 triliun, atau mengalami peningkatan dari tahun 2021 hanya Rp5,7 triliun menjadi Rp13,7 triliun pada 2022.

Jangan Lewatkan  Pasar Pagi Ludes, Api Diduga Berawal dari Gudang Telur

Pada 2023, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara 2021-2026 hanya menargetkan investasi sebesar Rp7 triliun berarti sudah melampaui target sekitar 200 persen. “Kalau BKPM yang beri target itu sampai Rp29 triliun, jadi kita baru sekitar 47 sampai 50 persen lah,” jelas Rahman.

Kaltara kembali disebut sedang menghadapi fase peningkatan investasi yang luar biasa. Fenomena ini tidak terlepas dari adanya kawasan industri terbesar seluas 30 ribu hektar di Kabupaten Bulungan. “Kawasan ini lebih luas dibandingkan yang ada di China, ke depan tentu akan terpacu pertumbuhan ekonomi Kaltara,” paparnya.

Salah satu perusahaan di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning ditarget sudah beroperasi pada semester I 2025 yang akan melakukan ekspor alumunium batangan. Sementara itu, PT Phoenix Resources International (PRI) di Tarakan akan beroperasi pada Oktober 2024 yang bergerak pada industri kertas dengan investasi senilai Rp17 triliun.

“Semester I ini sudah sekitar Rp9,4 triliun, mereka akan ekspor bubur kertas, produk setengah jadi untuk diolah tisu, kertas dan sebagainya. Pada tahap 2 nanti, rencananya baru siap menghasilkan produksi jadi dari Tarakan. Itu akan menopang pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen,” paparnya.

Rahman menambahkan, tenaga kerja yang berhasil terserap di tahun ini sekitar 1.700 orang yang tersebar pada 900 proyek pada kabupaten dan kota. Menyinggung munculnya banyak pertanyaan dari masyarakat perihal efek masuknya investasi yang besar namun tidak terasa dikarenakan penanaman modal di Kaltara dalam skala megaproyek. “Tidak terasa sekarang karena memang megaproyek, di kawasan industri sudah terelaisasi Rp1,3 triliun,” jelasnya.

Progres pembangunan PLTA Mentarang oleh PT Kayan Hydro Nusantara (KHN) turut dinilai mencatat progres menggembirakan dimana realisasi investasi sudah mencapai Rp500 miliar. “Kalau total realisasinya kan sampai Rp40 triliun di 2040. Mereka sekarang sudah lakukan pekerjaan sutet untuk jaringan listrik menuju kawasan industri. Mereka juga sedang pembebasan lahan dan membangun rumah untuk tempat relokasi, itu cantik rumahnya,” jelas Rahman. (Redaksi)

Share :

Baca Juga

Indonesia Produksi BBM Biosolar (B35)

Ekonomi-Bisnis

Indonesia Produksi Biosolar B-35, Solar Campur Minyak Sawit

Advetorial

Satlantas Polresta Bulungan Bantu Pelajar Menyeberang Jalan Raya

Advetorial

Serap Aspirasi Masyarakat, Polda Kaltara Rutin Gelar “Jumat Curhat”

Kaltara

Video – Sudah 10 Tahun, Transmigran Asal Jateng di Nunukan Mengeluh Belum Dapat Hak-Haknya

Kaltara

SOA Barang Via Sungai Dimulai Ke 3 Kecamatan di Nunukan

Advetorial

Polresta Bulungan Tingkatkan Pengamanan Gudang Logistik KPU

Kaltara

Nunukan Dapatkan Rp3 Triliun Dana APBN 2023, KPK Warning Pemda
H-7 Ramadan, Harga Sejumlah Bahan Pokok di Nunukan Naik

Ekonomi-Bisnis

Harga Telur Ayam Melonjak Tajam, Cabai Rawit Lokal Ikut Naik