31 Anak TKI Diusir Malaysia ke Nunukan

Nunukan (berandatimur.com) – Sebanyak 31 anak tenaga kerja Indonesia (TKI) diusir oleh pemerintah Kerajaan Malaysia ke Kabupaten Nunukan, Kaltara karena orangtuanya tidak memiliki dokumen yang sah sebagai pendatang asing di Negeri Sabah.

Hal ini sesuai dengan data dari Konsulat Jenderal RI Kota Kinabalu Negeri Sabah bahwa 31 anak-anak tersebut diusir bersamaan dengan orangtuanya dari 197 orang TKI yang diusir kali ini.

Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution di Nunukan, Kamis menerangkan, ke-31 anak TKI yang dipulangkan pemerintah Malaysia masing-masing 12 anak laki-laki dan 19 anak perempuan.

Baca Juga:  KPU Sulbar "Goes To Campus" di STAIN Majene
Petugas Imigrasi Nunukan mendata 197 TKI dari Negeri Sabah yang diusir pemerintah Malaysia ke Kabupaten Nunukan, Kaltara, Kamis (1/11).

Pada pemulangan TKI ini semuanya berasal dari wilayah kerja KJRI Kota Kinabalu yakni 121 orang dari Pusat Tahanan Sementara (PTS) Kimanis Papar dan 76 orang dari PTS Menggatal Sandakan.

Kedatangan TKI di Kabupaten Nunukan menggunakan kapal angkutan resmi dari Pelabuhan Tawau Negeri Sabah dengan pengawalan staf KJRI Kota Kinabalu.

Usai pendataan oleh petugas Imigrasi Nunukan diperoleh 40 orang lahir di Sabah, 82 orang masuk ke negara itu menggunakan paspor tapi masa izin tinggal habis, 73 orang masuk bekerja tanpa paspor, satu kasus narkoba dan satu kasus kriminal.

Baca Juga:  16 Calon Sekprov Kaltara Ikut "Assesment"

Setelah itu, ratusan TKI yang diusir termasuk 31 anak-anak tersebut diserahkan kepada BP3TKI Nunukan.

Selama penanganan BP3TKI Nunukan ditampung di Rusunama yang terletak di belakang Kompleks Gadis 2 Pemkab Nunukan Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan.

Pada saat ditampung ini para TKI mendapatkan pembelajaran dari Kodim 0911 Nunukan soal pengetahuan dan pemahaman bela negara dan wawasan kebangsaan. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here