6 Buruh Pelabuhan Tunon Taka Positif Narkotika

Tes Urine Buruh Pelabuhan Tunon Taka Nunukan
BNNK Nunukan tes urine 327 buruh Pelabuhan tunon Taka, enam orang dinyatakan positif narkotika

Nunukan (BERANDATIMUR) – Hasil pemeriksaan urine buruh Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kaltara terdapat 11 positif zat amphetamin. Namun lima.orang disebabkan mengonsumsi obat-obatan dari dokter.

Sedangkan enam buruh lainnya dinyatakan positif narkotika golongan I sehingga terancam diberhentikan. Tes urine terhadap ratusan buruh tetap Pelabuhan Tunon Taka ini atas kerja sama Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan pada Kamis, 3 Nopember 2022.

Tes urine terhadap buruh Pelabuhan ini berlangsung sejak 6 Oktober 2022 hingga 1 Nopember 2022 dengan jumlah sebanyak 327 orang. Dari 327 buruh ini, 316 orang dinyatakan negatif dan 11 terdeteksi positif.

Baca Juga:  Wow...Fantastis, PLN setor Rp6 miliar pajak pemakaian listrik (token) ke Pemkab Nunukan

Hanya saja, dari 11 buruh yang terdeteksi positif tersebut hanya enam orang karena mengonsumsi narkotika dan lima lainnya disebabkan mengonsumsi obat-obat dari dokter.

Pengawas Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Robert Tokan pada Kamis, 3 Nopember 2022 menyatakan akan mengambil langkah tegas terhadap buruh pelabuhan yang terdeteksi positif narkoba.

Namun, dia katakan, tidak serta merta akan memecat buruh bersangkutan dengan pertimbangan kemanusiaan. Oleh karena itu, buruh pelabuhan tersebut akan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami tidak serta merta memecat mereka, mengingat tentu sangat berat apabila seseorang kehilangan pekerjaan, selanjutnya akan kita bina dan saya mohon untuk yang positif untuk selalu kooperatif dan mau berubah lebih baik,” ujar Robert.

Baca Juga:  Banyak Masalah di Kaltara, Udin Hianggio: Saya Tidak Pernah Dilibatkan

Staf KSOP Nunukan ini mengatakan mandor dan pengurus telah sepakat untuk merehabilitasi disepakati buruh yang positif narkoba.

“Sesuai hasil kesepakatan rapat bersama mandor dan pengurus, buruh yag dinyatakan positif akan menjalani rehabilitasi, setelah pulih juga tetap dalam pengawasan oleh BNN. Setelah dinyatakan negatif (narkoba) maka dapat melanjutkan pekerjaannya,” sebut Robert.

Ia pun dengan tegas menyatakan akan menindak tegas buruh yang melakukan hal yang sama.

Kepala BNN Kabupaten Nunukan Emmanuel Henry Wijaya menyambut baik tes urine yang dilaksanakan oleh KSOP terhadap buruh pelabuhan. Ia pun berharap tes urine ini dilakukan secara berkala. (*)

Baca Juga:  Pemkab Nunukan "Tolak" Serahkan PLBL Liem Hie Djung ke Pemprov Kaltara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here