7 tahun tiang listrik berdiri, Sekaduyan Taka masih gelap gulita

Seimenggaris (BERANDATIMUR) – Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimenggaris, Kabupaten Nunukan, Kaltara yang terletak di perbatasan Indonesia-Malaysia masih gelap gulita.

Meskipun di wilayah tersebut, tiang listrik sudah didirikan sepanjang 20 kilometer sejak 2014. Bahkan warga setempat telah menghibahkan lahannya kepada PT PLN untuk lokasi mesin listrik.

Camat Seimenggaris Arif Budiman di Nunukan, Minggu, 6 Juni 2021 mengaku warga perbatasan di desa itu sudah sangat merindukan adanya penerangan listrik dari PLN di rumah-rumah maupun fasilitas umum lainnya.

Berbagai upaya pun telah dilakukan oleh pemerintah daerah agar Desa Sekaduyan Taka mendapatkan penerangan listrik.

Hanya saja, upaya tersebut belum berbuahkan hasil sehingga harapan warga di perbatasan yang sudah cukup lama ini segera mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat.

Untuk memenuhi harapan masyarakat, Camat Seimenggaris kembali berupaya dengan berkomunikasi dengan anggota DPR RI Deddy Yevru Hanteru Sitorus melalui aplikasi Whatsapp.

“Saya sudah hubungi juga pak Deddy Sitorus anggota DPR RI berkaitan dengan kebutuhan listrik bagi warga di Desa Sekaduyan Taka,” tutur Budiman panggilan Camat Seimenggaris ini.

Ia berharap anggota DPR RI dari Fraksi PDIP ini dapat menindaklanjutinya untuk dikomunikasikan dengan pemerintah pusat atau PT PLN Persero.

Budiman menyebutkan jumlah warga di Desa Sekaduyan Taka yang belum menikmati listrik sampai sekarang sebanyak 2.630 jiwa.

Padahal, Desa Sekaduyan Taka Kecamatan Seimenggaris ini merupakan jalur trans Kalimantan.

Tiang-tiang listrik yang sudah didirikan ini ibarat hanya hiasan di pinggir jalan yang tak ada gunanya.

Selain penerangan listrik dari PT PLN, warga di desa ini juga sangat sulit berkomunikasi akibat belum adanya jaringan telekomunikasi.

Oleh karena itu, dua hal yang menjadi kebutuhan warga di wilayah perbatasan yang sangat dirindukan untuk diadakan.

Selama ini, kata dia, penerangan listrik bagi warga di Desa Sekaduyan Taka hanya mengandalkan mesin genset yang digunakan bersama- sama, dengan durasi waktu yang terbatas.

Begitu pula dengan jaringan telekomunikasi, warga harus mencari lokasi yang berada diketinggian. Itupun hanya pada titik tertentu untuk bisa mendapatkan sinyal telepon. (***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here