8 Agenda Penting Dibahas Pada Rakernas LDII di Jakarta

Penulis: Tamrin Tappa

Nunukan (berandatimur.com) – Dewan Pengurus Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Nunukan, Kaltara mengikuti Rapat Kerja Nasional di Jakarta.

Sekretaris DPD LDII Kabupaten Nunukan, Tamrin Tappa di Jakarta, Rabu (10/10) menyatakan, rakernas LDII kali ini dipusatkan di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Pondok Gede diikuti 34 pengurus DPW dan DPD se Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 1.500 orang.

Khusus peserta dari Provinsi Kaltara masing-masing empat orang dari DPW LDII Kaltara, dua orang dari DPD LDII Nunukan, dua dari LDII Tarakan, dua dari LDII Bulungan, satu dari Malinau dan satu orang dari Tana Tidung.

Tamrin mengungkapkan, sebagaimana pernyataan dari Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam bahwa kedelapan agenda penting yang akan dibahas yakni pertama, penguatan wawasan kebangsaan dimana pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Baca Juga:  Rumah Servis Elektronik di Selisun Terbakar

Kedua, bidang dakwah. Pada bidang ini, LDII fokus dalam pembentukan manusia yang profesional religius. Masyarakat yang memiliki sikap profesional dan dilandasi dengan religiusitas dalam profesi apapun.

Agenda ketiga yaitu bidang pendidikan dimana LDII berkomitmen mendirikan sekolah-sekolah yang mendukung terciptanya generasi yang Tri Sukses, yakni generasi yang memiliki kepahaman agama yang kuat, memiliki akhlak yang mulia, dan mandiri.

Sekolah-sekolah yang didirikan LDII umumnya digabungkan dengan pondok-pondok pesantren.

Presiden RI, Joko Widodo meninjau stand pameran karya warga LDII di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Pondok Gede Jakarta, Rabu (10/10).

Keempat adalah bidang ekonomi syariah dengan memelopori koperasi syariah, BMT, dan Usaha Bersama (UB).

Kelima, bidang kesehatan dan herbal. Bidang ini LDII mendorong masyarakat memanfaatkan obat-obatan herbal sebagai alternatif pengobatan.

Upaya ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. Obat herbal juga membantu masyarakat saat harga-harga obat menjadi mahal.

Baca Juga:  KRI Tawau: Mafia Penyebab Maraknya TKI Ilegal

Keenam, bidang ketahanan pangan. LDII mendorong para petani menggunakan teknologi tepat guna, manajemen pertanian/pangan, dan penggunaan bibit unggul.

Berkaitan dengan bidang ini juga, LDII mendorong warganya untuk melakukan konsumsi dan produksi berkelanjutan dengan target “zero waste”.

LDII telah memanfaatkan buangan air wudhu untuk memelihara ikan lele dan menyiram tanaman pangan, untuk dikonsumsi para santri.

Pada kalangan rumah tangga, sampah organik digunakan untuk pupuk tanaman. Serta mendaur ulang sampah-sampah dalam bank sampah maupun dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai ekonomi.

Agenda ketujuh yaitu bidang energi terbarukan. LDII mendukung sepenuhnya pemerintah dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan menggunakan energi terbarukan hingga 7 persen pada 2019 dan 23 persen pada 2024.

Baca Juga:  Tiga Tokoh Masyarakat Porsas Siap Menangkan Laura-Hanafiah

Pesantren di lingkungan LDII telah menggunakan pembangkit listrik tenaga surya dan mikrohidro pada skala industri.

Kedelapan, menyambut era industri 4.0, LDII telah menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital.

Warga LDII telah menggunakan digital printing, kecerdasan artifisial, dan berbagai software untuk memudahkan pekerjaan dan transaksi.

LDII juga membekali warganya dengan etika media sosial dan pelatihan jurnalistik, untuk menghindari hoax dan menyebarkan informasi yang positif.

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here