ABK SB Dwi Putra 05 Dibebaskan Tanpa Proses Hukum

NUNUKAN (berandatimur.com) – Dua orang dari tiga kru “speedboat” SB Dwi Putra 05 yang ditahan TNI AL Pangkalan Nunukan Kalimantan Utara dikabarkan telah dibebaskan tanpa proses hukum.

Kedua anak buah kapal (ABK) atas nama Erwin dan Muhammad Ruslan setelah ditahan di sel tahanan Pangkalan TNI AL Nunukan selama 10 hari tanpa berita acara pemeriksaan (BAP) dan surat perintah penahanan.

Penahanan kedua ABK yang dibebaskan ini karena “speedboat” majikannya ditemukan mengangkut barang terlarang berupa daging alana dari Malaysia pada 9 Februari 2019.

Penasehat Hukum, Muhammad Iskandar dari Law Office Partner & Partner memperlihatkan surat bukti laporan gugatan praperadilan TNI AL Nunukan di Kantor Pengadilan Negeri Nunukan, Senin (18/2)

Pembebasan kedua ABK ini diinformasikan oleh Muhammad Yusuf, pemilik “speedboat” SB Dwi Putra 05 yang berdomisili di Kota Tarakan.

Baca Juga:  KPK Monitoring Penanganan TKI di Nunukan

“ABK atas nama Erwin dan Ruslan sudah dibebaskan oleh Lanal Nunukan tadi. Saya dapat informasi dari keluarga di Nunukan,” beber dia pada Selasa (19/2) malam.

Yusuf kembali menginformasikan pada Rabu (20/2) bahwa kedua ABK ini telah berada di Kota Tarakan dalam rangka melaporkan kepada Polisi Militer TNI AL atas kejadian yang dialaminya selama interogasi di Lanal Nunukan.

Namun upaya melaporkan kejadian kekerasan yang dialaminya tersebut belum ditanggapi oleh pihak Polisi Militer TNI AL Tarakan.

Yusuf menceritakan, kedua ABK yang dibebaskan tersebut mengaku mengalami tindakan kekerasan pada saat diinterogasi sehingga berniat melaporkannya.

Selain itu, dia juga mengutarakan, speedboat miliknya sebelumnya telah diubah warna catnya oleh Lanal Nunukan dan digunakan untuk patroli. Saat ini, warna catnya sudah kembali seperti semula yaitu hijau, putih bergaris biru.

Baca Juga:  Kedaulatan NKRI Kembali Diusik Oleh Malaysia, Petugas Maritim Tawau Mengejar Perahu Bermuatan Sembako Hingga Pulau Sebatik
Speedboat SB Dwi Putra 05 yang diamankan TNI AL Nunukan karena mengangkut daging alana dari Malaysia yang diduga telah berubah warna catnya. Sumber: Muhammad Yusuf

Pengubahan warna cat “speddboat” miliknya ini dipermasalahkan dan keberatan karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak Lanal Nunukan.

Pria setengah baya ini membeberkan, pembebasan kedua ABK ini minus Jupri selaku nahkoda pasca dirinya melaporkan gugatan praperadilan yang diajukan ke Pengadilan Negeri Nunukan pada Senin (18/2).

Gugatan praperadilan ini didampingi oleh Penasehat Hukum dari Law Office Partner & Partner yang berkantor di Kompleks Kalideres Permai Jakarta Barat atas nama Muhammad Iskandar.

SB Dwi Putra 05 setelah diubah kembali warna catnya di dermaga Pangkalan TNI AL Nunukan.

Praperadilan ini terpaksa ditempuh cukup beralasan karena penahanan ketiga kru tidak melalui pemeiksaan dan tidak bukti surat penahanan kepada pihak keluarganya sehingga Lanal Nunukan melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Baca Juga:  Bakamla Perkokoh Wawasan Kebangsaan di Perbatasan

Gugatan itu juga berkaitan dengan penyitaan “speedboat” SB Dwi Putra 05 tanpa disertai surat dari Pengadilan Negeri Nunukan. (***)

Editor : M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here