Ada Lagi WN Malaysia Ditangkap

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Ada lagi warga negara Malaysia yang ditangkap. Kali ini penangkapan dilakukan oleh aparat Kepolisian Sektor Sebatik Timur Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara pada Sabtu (6/4).

WN Malaysia ini telah diserahkan kepada Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan melalui Pos Imigrasi Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara pada hari yang sama sekira pukul 13.00 wita.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Nunukan, Bimo Mardi Wibowo melalui pernyataan tertulisnya, Minggu (7/4) membenarkan adanya penangkapan WNA asal Malaysia bernama Mohd Alwi bin Mohd Ismail (27) oleh Polsek Sebatik Timur di Pelabuhan Sei Nyamuk.

Baca Juga:  Cegah warga asing lolos, Imigrasi Nunukan periksa identitas penumpang di Pelabuhan Tunon Taka

Ia mengaku, telah memeriksa WNA ini dimana masuk wilayah NKRI melalui Desa Ajikuning Kecamatan Sebatik Tengah seorang diri.

WN Malaysia bernama Mohd Alwi bin Mohd Ismail (27) kedua kanan yang diamankan Polsek Sebatik Timur Kabupaten Nunukan padw Sabtu (6/4).

Setelah dilakukan pemeriksaan badan, WNA Malaysia ini tidak memiliki paspor atau dokumen keimigrasian lainnya sehingga diduga melakukan pelanggaran.

“WN Malaysia ini hanya bawa IC (Identity Card) tidak punya paspor,” ujar Bimo.

WN Malaysia ini mengaku, berangkat dari Pelabuhan Lama Tawau Negeri Sabah Malaysia tujuan Kota Tarakan.

Bimo menjelaskan, maksudnya masuk wilayah NKRI untuk menjenguk neneknya yang sedang sakit di Kota Tarakan.

WN Malaysia ini diketahui beralamat di Batu 2,5 Jalan Apas Tawau Sabah,” beber Bimo.

Baca Juga:  Ribuan Santri Gelar Dzikir Sambut Pergantian Tahun di Polman

Usai pemeriksaan sekira pukul 19.00 wita, langsung ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kantor Imigrasi Nunukan Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan.

Bimo mengungkapkan, WN Malaysia ini diduga melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 pasal 112 dan pasal 119.

“WN Malaysia ini masuk wilayah Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan Imigrasi dan berada di Indonesia tanpa dokumen keimigrasian,” ujar dia. (***)

Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here