Ada pensiunan ASN di Nunukan masih tercatat pegawai aktif? Ini penjelasan BKPSDM

Pensiunan ASN Kabupaten Nunukan
Kepala BKPSDM Nunukan Kaharuddin

Nunukan (BERANDATIMUR) – Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang telah memasuki masa pensiun tetapi masih terdaftar sebagai pegawai aktif.

“Iya benar ada satu orang ASN kita sebenarnya sudah pensiun tetapi masih tercatat sebagai pegawai aktif,” aku Kaharuddin Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Nunukan di Kantor Bupati Nunukan pada Senin, 31 Mei 2021 awal pekan ini.

Ia menjelaskan, bersangkutan belum dikeluarkan dari sistim aplikasi pelayanan kepegawaian (SAPK) karena masih dalam proses hukum terkait kasus penyalahgunaan wewenang pengadaan kapal cepat.

Hanya saja, kata Kaharuddin, seluruh hak-haknya berkaitan dengan posisinya sebagai pegawai aktif telah dihentikan semuanya. Alasannya, masa kerjanya telah berakhir dan sudah memasuki masa pensiun.

“Memang pegawai bersangkutan masih tercatat sebagai pegawai aktif tetapi sebenarnya sudah pensiun. Jadi semua hak-haknya selaku pegawai aktif sudah distop,” tegas dia.

Kaharuddin juga membantah bahwa adanya pegawai yang sudah pensiun ini masih tercatat sebagai ASN aktif menjadi salah satu dari 97.000 ASN palsu di Indonesia sebagaimana pernyataan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Tidak termasuk itu karena kita sudah laporkan ke pusat bahww bersangkutan telah pensiun. Hanya memang masih tercatat dalam SAPK Nunukan,” ujar dia.

ASN palsu yang dikemukakan oleh BKN beberapa waktu lalu, Kaharuddin memperkirakan modusnya adalah pegawai bersangkutan belum melakukan pendataan ulang (PUPNS) yang dianjurkan oleh pemerintah baru-baru.

Akibat belum melakukan PUPNS inilah sehingga tidak terdaftar dalam SAPK ASN yang berhak mendapatkan penghasilan dari negara.

Mengenai beberapa ASN dijajaran Pemkab Nunukan yang tersangkut kasus korupsi maupun kriminal yang diberhentikan dengan tidak hormat, semuanya telah dilaporkan ke pusat.

Oleh karena itu, kata Kaharuddin, dugaan adanya ASN palsu sama sekali tidak di Kabupaten Nunukan. Sebab lebih dari 3.000 ASN di daerahnya, semua tercatat dalam SAPK kecuali satu orang yang sudah pensiun dan sedang tersandung kasus hukum. (***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here