Ribuan Pekerja Perusahaan Malaysia Geruduk Kantor Bupati Tana Tidung. KSBSI: Jangan Biarkan Lolos Lagi

TANA TIDUNG (berandatimur.com) – Ribuan pekerja di perusahaan kelapa sawit milik perusahaan asing asal Malaysia bernaung di TH Felda Nusantara kembali melakukan aksi menuntut hak-haknya dibayarkan.

Aksi kali ini dipimpin Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) menggeruduk Kantor Bupati Tana Tidung Kalimantan Utara, Selasa (5/3).

Pekerja yang turun melakukan demo tersebut dari tiga perusahaan cabang yaitu PT Teknik Mandiri Utama, PT Anugrah Kembang Sawit Sejahtera dan PT Usaha Kaltim Mandiri.

Kondinator Wilayah KSBSI Provinsi Kalimantan Utara, Musa saat melakukan aksi menuntut dan memperjuangkan hak-hak ribuan karyawan TH Felda Nusantara yang ditelantarkan oleh perusahaan asing itu.

Baca Juga:  Horeeee....Gegara Corona, Ratusan Napi di Lapas Nunukan Dibebaskan
Salah satu baliho yang dibawa pekerja TH Felda Nusantara saat menggeruduk Kantor Bupati Tana Tidung, Selasa (5/3)

Tuntutan pertama, meminta pihak perusahaan agar segera membayar gaji karyawan yang tertunda sejak Januari 2019.

“Jadi kemarin sempat tertunda 3 bulan tapi sudah dibayarkan untuk Desember 2018 pada tanggal 1 Maret 2019 kemarin. Jadi sisanya masih ada dua bulan yang harus segera dibayarkan, ” sebut Musa.

Kedua, perusahaan segera melunasi pembayaran BPJS Ketenegakerjaan dan Kesehatan yang tertunda sejak Desember 2018 hingga saat ini.

Akhir-akhir ini, pekerja atau karyawan seringkali ditolak RSUD lantaran BPJS Kesehatan belum dibayar oleh perusahaan yang mengelola lahan seluas 30.000 hektar itu.

Selain itu, pekerja juga menuntut agar pemerintah Kabupaten Tana Tidung memanggil petinggi perusahaan milik Malaysia yang sudah melarikan diri.

Baca Juga:  Dinilai Tak Transparan Soal Jamrek dan Jampastam, Mahasiswa Demo Pemprov Kaltara

“Kalau bisa dikejar sampai di negaranya. Jangan biarkan merrka lolos,” tegas Koordinator KSBSI Kaltara ini.

Ia mengungkapkan, karyawan meminta Direktur PT Felda Nusantara dan Direktur ketiga cabang perusahaanya melakukan transparansi dan memperjelas status perusahaannya di Kabupaten Tana Tidung.

Tak lupa dia menekankan, aparat hukum menangkap para koruptor PT TH Felda Nusantara. Diduga keras perusahaan merugi hingga tidak membayar gaji karena adanya tindak pidana korupsi yang terjadi perusahaan tersebut.

Musa menambahkan, Pemkab Tana Tidung berjanji memberikan batas waktu sampai 13 Februari 2018 kepada PT TH Felda Nusantara untuk menyelesaikan permasalahan pekerja ini.

Baca Juga:  PT Inhutani sampaikan pembebasan lahan di KTT terkendala prosedur, Gubernur Kaltara siap mediasi

Bahkan Pemkab Tana Tidung menjanjikan apabila tidak ada realisasi dari pihak perusahaan maka pihaknya akan mendatangi Kedubes Malaysia di Jakarta.

Ia mengimbau, seluruh pekerja tidak melakukan aktivas operasional sebelum ada pembayaran gaji dari pihak perusahaan. (*)

Penulis : Atim
Editor    : M Rusman

1 KOMENTAR

  1. Untuk PT.FELDA NUSANTARA kapan kami akan digaji kami sudah cukup puas dengan kesengsaraan ini dan cukup bosan kami menunggu, bukan hanya kami tapi keluarga dikampungpun jadi korban

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here