Andi Fidyah Samad, Sosok Bersahaja dan Konseptor Bangun Kampung

HERLANG, BULUKUMBA (berandatimur.com)¬†–¬† Keberadaan sosok pemuda yang sederhana dan bersahaja ini di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan seringkali menjadi motivator bagi generasi di bawahnya.

Berkat ide-ide dan gagasannya yang kreatif terkait dengan kepemudaan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di kampungnya.

Namanya Andi Fidyah Samad, cucu dari Andi Mappiwali, tokoh masyarakat Kecamatan Herlang yang sangat disegani sampai sekarang.

Alumnus Universitas 45 kini Universitas Bosowa Makassar ini adalah seorang pamong atau abdi negara di Kantor Camat Herlang.

Sejumlah kegiatan sukses dimotorinya sehingga dikenal bertangan dingin berkat kepiawaiannya meramu dibarengi kesederhanaan terhadap semua orang.

Keseriusannya menjalankan tugas dan tanggungjawab yang dibebankan kepadanya, Andi Fidyah Samad kelahiran 1971 ini menjadi idola masyarakat setempat.

Andi Fidyah Samad (kiri) pada salah satu acara di Kecamatan Herlang

Bukan hanya itu, kegesitan dan sikap bersahaja yang ditampilkan setiap saat tanpa membeda-bedakan kelompok masyarakat di daerahnya adalah kunci kesuksesan dalam kepemimpinannya.

Baca Juga:  Pria Meresahkan Warga, Paksa Emak-emak di Barombong Berikan Sumbangan

Tanggungjawab yang dibebankan kepadanya baru-baru ini sebagai Ketua Panitia Lokal Penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) tingkat Kabupaten Bulukumba di Kkecamatan Herlang.

Suami dari Andi Nurintan ini, selama menjadi pamong telah menempati beberapa instansi di derahnya diantaranya Inspektorat Kabupaten Bulukumba, Sekretariat DPRD Bulukumba, Sekretaris Lurah Bonto Kamase dan sekarang bertugas di Kantor Camat Herlang.

Andi Fidyah Samad menyatakan, setiap pekerjaan atau tugas yang diberikan dijalankan dengan ikhlas dengan mengutamakan keberhasilan.

Sebagaimana komitmen hidupnya agar hidup tidak dibebani dengan hal-hal yang sulit dilakukan, kata dia sembari menambahkan, semua pekerjaan akan berkah apabila tifak dilakukan dengan terpaksa.

“Hidup kita jangan dibebani dengan hal-hal tak pantas. Jangan ambisius, berdoa, banyak berbagi dan jalankan dengan ikhlas,” tutur Andi Fidyah.

Andi Fidyah Samad

Ia mengatakan, prinsip hidupnya tidak ambisius tetapi perlu pakai target.

Selama bertugas di Kantor Camat Herlang, ide-idenya banyak ditelorkan demi kepentingan masyarakat diantaranya program dua tahunan Herlang Berbagi, Herlang Peduli dan pelayanan warha miskin melalui pihak ketiga dengan berkoordinasi lintas sektoral.

Baca Juga:  2 Terduga Teroris Kelompok ADI Ditembak Mati di Makassar

Kecamatan Herlang harus dibangun dengan konsep kepedulian dengan melibatkan pihak ketiga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) khususnya pendataan warga miskin.

Menurut dia, konsep yang bersentuhan langsung kepada masyarakat sangat dibutuhkan seperti pembentukan keluarga anak angkat yang digagas oleh pemuda Kecamatan Herlang.

Andi Fidyah Samad juga mengatakan membangun daerah bukan hanya infrastruktur tetapi kebersamaan, keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat juga tidak kalah pentingnya.

Ia menambahkan, pemerintah Kecamatan Herlang terus menggenjot pembangunan berbagai sektor utamanya perikanan, ekonomi dan sosial serta infrastruktur maupun pariwisata.

Seorang tokoh pemuda Kecamatan Herlang bernama Kaspul mengakui sikap hidup Andi Fidyah Samad yang sangat sederhana, bersahaja dan punya gagasan cemerlang demi masyarakat di Kecamatan Herlang.

Baca Juga:  Kepala SDN Talangga Polman Raih Satya Lencana Dari Presiden

Kaspul menuturkan, sosoknya cukup terkenal oleh semua kelompok masyarakat di daerah itu.

Hal ini tidak terlepas dari sikap tenang yang ditunjukkan sehingga saat berbincang muncul berbagai ide yang brilian sesuai kondisi wilayah.

Termasuk sering melontarkan konsep atau solusi mengatasi kemiskinan, pemberdayaan pemuda, komunikasi dan pemberdayaan keagamaan dan lain-lainnya.

Kaspul menambahkan, keberadaan Andi Fidyah Samad dianggap mampu mengimbangi dan menjembatani antara pemerintah kecamatan dan kelompok agama dan pemuda berkaitan dengan permasalahan sosial. (***)

Editor : M Rusman

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here