Ansor Nunukan Laporkan ke Polisi Akun Yudhie Adhesmoro Dugaan Pencemaran Nama Baik

NUNUKAN (berandatimur.com) – Pengurus Cabang GP Ansor Nunukan Kalimantan Utara melaporkan akun Yudhie Adhesmoro Razak ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

Laporan tersebut dibuat oleh Eddy Santry selaku Wakil Ketua PC GP Ansor Nunukan, Senin (18/2) karena akun ini menyebarkan postingan akun Mah Ligai Gading berupa gambar berkaitan dengan Presiden Joko Widodo yang didanai oleh sejumlah konglomerat yang berafiliasi dengan organisasi terlarang.

Pada postingan akun Mah Ligai Gading ini pada 27 Nopember 2018 pada pukul 14.51 berbentuk denah di dalamnya Badan Intelijen Negara (BIN), Polri dan Megawati Sukarnoputri dituding selaku operator yang dieksekusi preman banser PDIP.

Baca Juga:  Puluhan Barang Elektronik Curian Disita, Polisi Amankan 6 Orang Salah Satunya Mahasiswa

Atas penyebaran postingan yang dilakukan akun Yudhie Adhesmoro Razak inilah dianggap sebagai pencemaran nama baik oleh GP Ansor Nunukan, sebut Eddy Santry yang juga Plt Komandan Banser Nunukan.

Laporan ini dilakukan karena akun tersebut diduga telah melanggar Undang-Undang ITE (Informasi Teknologi Elektronik) melalui postingan di media sosial.

Bukti laporan polisi terhadap akun Yudhie Adhesmoro dari Polres Nunukan

“Saya selaku anggota Banser merasa sangat keberatan atas unggahan tersebut dan dengan tegas atas nama organisasi saya membantah isi unggahan tersebut,” ujar dia.

Menurut Eddy Santry, unggahan yg dibagikan akun Yudhie Adhesmoro Razak ini sangat merugikan nama baik Nahdlatul Ulama sebagai payung GP Ansor yang membawahi Banser.

Baca Juga:  Setabu-Tanjung Karang, Gagal Manfaatkan Dana Desa Turunkan Kemiskinan

Dugaan pelanggaran yang dilakukan orang bersangkutan melangar pasal 27 ayat 3 dan 4 UU ITE.

Ia menegaskan, tujuan melaporkan akun Yudhie Adhesmoro ke Polres Nunukan sebagai bentuk bantahan atau tidak benar postingannya tersebut.

Bahkan Eddy Santry menilai, unggahan akun tersebut adalah tidak benar dan fitnah keji kepada Banser.

Selanjutnya laporan yang dibuat sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

“Kami berharap masyarakat bijak dan arif dan tidak mudah mempercayai begitu saja terhadap pemberitaan yang belum jelas sumbernya,” tandas dia.

Baca Juga:  Siapa Pemilik Speedboat Misterius Penabrak Perahu "Walet 03" di Sebatik

Ia menambahkan, media sosial adalah sarana yang paling mudah menebarkan propaganda fitnah, hoax dan ujaran kebencian yang berpotensi merusak persatuan nasional.

Sehubungan dengan kasus ini, dia berharap, aparat Polres Nunukan mengusut tuntas karena ikut menuding Polri terlibat dalam jaringan dalam gambar yang disebarkannya. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here