Antrean panjang BBM dan kemacetan kendaraan, Pejabat Bupati Lembata: Ada mafia ikut bermain 

Pejabat Bupati Lembata Curigai Ada Mafia BBM di DaerahnyaBBM
Pejabat Bupati Lembata, Marianus Jawa, MSi

Lembata (BERANDATIMUR) – Mafia bahan bakar minyak (BBM) terus merajalela di SPBU Lamahora, Kecamatan Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT terus berlangsung.

Menyebabkan antrian dan kemacetan kendaraan di sekitar SPBU terus membuat 0eiabat Pejabat Bupati Lembata Marianus Jawa meradang sehingga terpaksa bertindak tegas.

Antrean panjang kendaraan diperkirakan mencapai ratusan armada kendaraan roda dua maupun mobil setiap harinya.

Mafia BBM ini menjadi awal seringnya terjadi kelangkaan di Kabupaten Lembata.

Marianus pun cepat mengambil tindakan dengan meminta Polres Lembata untuk menilang kendaraan yang melanggar. Dinas Perhubungan pun diminta memasang plang larangan parkir di sekitar 100 meter dari SPBU tersebut.

Namun, upaya pejabat Bupati Lembata ini tidak manjur, karena hanya satu hari kendaraan tertib sehingga memerintahkan Kapolres Lembata untuk turun tangan.

Baca Juga:  Komisi II DPRD Lembata tinjau penampungan air Wei La'in

“Pertama-pertama saya minta Polres harus melakukan tilang dan meminta dinas perhubungan agar segera memasang plang dilarang parkir 100 meter di area. Ternyata bersih, namun malamnya ramai lagi dan malam itu saya gedor dan perintahkan kapolres segera atasi,” tegas Marsianus.

Marsianus mengakui, mengurai dan menyelesaikan persoalan kelangkaan BBM di daerahnya sangat sulit.

Sebagaimana disampaikan kepada awak media di Rujab Bupati Lembata pada Minggu malam 3 Juli 2022.

Tak tanggung-tanggung Marianus mencurigai adanya ulah mafia yang mempermainkan stok BBM bersubsidi di wilayahnya.

“Setelah saya cermati mau mengurai menyelesaikan persoalan BBM itu sangat sulit di Lembata, dikarenakan seperti ada satu mafia di dalam yang melibatkan banyak orang,” ucap dia.

Baca Juga:  Anggota PMKRI Cabang Larantuka ikuti pelatihan jurnalistik

Permasalahan kelangkaan BBM yang diduga permainan mafia ini telah dirapatkan dengan Forkopimda setempat.

“Tetapi ketika kami rapat forkopimda saya minta semua teman-teman agenda cuman satu yaitu diskusi tentang pengaturan para pengantre BBM,” tambah Marsianus

Ia meminta kepada Forkopimda agar jalanan di sekitar SPBU agar bersih dari antrian kendaraan agar tidak menimbulkan kemacetan

“Untuk yang di dalam masih ada permainan-permainan itu urusan mereka dan biarkan saja tapi yang saya mau lihat jalan-jalan itu bersih,” pinta Marianus.

“Saya berharap dengan adanya penyelesaian kemacetan ini masyarakat bisa menilai bahwa pemerintah bisa mengurus masyarakat, dari sini tidak ada antrean. Hari ini kan sudah kita lihat tidak ada antrean dan kita sama-sama mendoakan itu tetap berjalan sehingga kita bisa mengurai persoalan-persoalan yang terjadi di dalam Lembata ini,” ujar dia. (mg05) 

Editor: M Rusman 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here