Antrean panjang dan kelangkaan BBM terus berlangsung, legislator Lembata: Jangan sampai masyarakat marah

Antrean Panjang dan Kelangkaan BBM Terus Berlangsung di Lembata

Lembata (BERANDATIMUR) – Antrean panjang dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terus terulang di Kabupaten Lembata, NTT.

Dari pantauan media ini, beberapa hari terakhir ini terlihat antrean panjang kembali terjadi dimana kendaraan memenuhi jalan utama depan SPBU Lamahora, Lewoleba.

Kejadian serupa bukan hal baru di Kabupaten Lembata, sehingga menimbulkan pertanyaan dari masyarakat.

Legislator setempat pun menanggapinya dengan nada emosional akibat tidak adanya solusi dari Pemkab Lembata sampai sekarang.

Ketua Komisi II DPRD Lembata Petrus Bala Wukak bahkan terlihat naik pitam menanggapi antrean panjang dan kelangkaan BBM tersebut.

Ia menyatakan, kejadian ini adalah masalah lama yang belum bisa diurai oleh Pemda sehingga yang meminta izin perusahaan mitra PT Pertamina dicabut saja.

Baca Juga:  Prihatin Banyak Terjerat Hukum, Legislator: PPK Jangan Menghambakan Diri ke Kontraktor

“Ini masalah lama yang belum terurai sampai dengan saat ini, menurut saya perusahaan ini harus dievaluasi untuk dicabut izinnya,” tegas Petrus kepada awak media saat sambangi di Gedung DPRD Lembata pada Selasa 23 Agustus 2022.

Antrean Panjang dan Kelangkaan BBM di Kabupaten Lembata
Legislator Partai Golkar sekaligus Ketua Komisi II DPRD Lembata Petrus Bala Wukak

Menurut dia, perusahaan yang bermitra dengan Pertamina yang harus dievaluasi dan dicabut izinnya. Sebab, kata Petrus berkaitan dengan pelayanan publik dimana rakyat berhak mendapatkannya dan tidak boleh dianggap enteng.

“Ini sudah sangat meresahkan masyarakat, masyarakat bisa marah, kalau rakyat marah dia bisa jadi korbannya jadi jangan main-main di areal yang memicu emosi masyarakyat,” ungkap Petrus.

Baca Juga:  Mimpi Leornadus Dopeng penyandang disabilitas di Flotim akhirnya terkabul

Ia pun meminta tidak menjadikan masyarakat marah dengan melakukan perlawanan yang dapat terjadi secara spontanitas.

Legislator Partai Golkar ini mengingatkan PT Hikam selaku mitra PT Pertamina agar jujur jika sudah tidak mampu. Agar dapat dicarikan perusahaan untuk mengganti posisinya.

“Jadi kalau dia sudah tidak mampu dia musti mengatakan ketidakmampuan untuk mengadakan BBM maka harus mundur supaya dicari lagi perusahaan lain yang lebih bonafide yang punya pelayanan prima untuk masyarakat,” harap Petrus.

Menurut dia, kondisi yang ditimbulkan dengan terjadinya kelangkaan BBM ini sudah menghambat pembangunan ekonomi.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UNIPA Maumere bersihkan jalan lintas provinsi di Lewomada

“Jikalau pun ada mafia di dalam itu tugasnya pihak keamanan ada kepolisian dan saya percaya kepada Kapolres Lembata. Dia akan menuntaskan masalah mafia minyak di sini supaya bisa membantu masyarakat Lembata,” sebut Petrus. (mg05)

Editor: M Rusman 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here