Sah! Anwar Ibrahim Jadi Perdana Menteri Malaysia yang Baru

Pelantikan Anwar Ibrahim Sebagai Perdana Menteri Malaysia yang Baru
Raja Malaysia Al Sultan (kanan) melantik Anwar Ibrahim (kiri) sebagai Perdana Menteri yang baru, Kamis sore (24/11)

Kuala Lumpur (BERANDATIMUR) – Setelah melalui liku-liku perjalanan panjang yang tak menentu pasca pemilu Malaysia pada Sabtu, 19 Nopember 2022 dimana tidak ada partai yang memenuhi standar suara 112 kursi dari 222 anggota parlemen. Sebagai syarat untuk melenggang langsung menyusun pemerintahan.

Akhirnya Raja Malaysia, Al-Sultan Abdullah, menunjuk dan melantik pemimpin koalisi Pakatan Harapan, Anwar Ibrahim, menjadi perdana menteri pada Kamis sore, 24 Nopember 2022.

Hal ini dibenarkan melalui pernyataan resmi di lama Facebook, Istana Negara Malaysia bahwa Raja akan melantik Anwar Ibrahim pukul 17.00 waktu setempat.

Raja Abdullah memilih Anwar Ibrahim yang pernah menjabat Wakil Perdana Menteri era Mahathir Mohamad itu berdasarkan Konstitusi Federal Pasal 40 ayat 2, dan pasal 43 ayat 2.

Baca Juga:  39 WNI Diculik Kelompok Abu Sayyaf Sepanjang 2000-2019

Penunjukan Anwar Ibrahim tidak terlepas dari drama akibat tidak adanya partai pemenang mutlak pada pemilu Malaysia akhir pekan lalu tersebut.

Anwar Ibrahim Dilantik Jadi PM Malaysia yang Baru
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menandatangani berita acara pelantikannya sebagai perdana Menteri Malaysia yang baru, Kamis sore (24/11)

Koalisi Pakatan Harapan hanya memperoleh 82 kursi sedangkan koalisi Perikatan Nasional pimpinan mantan Perdana Menteri Muhyiddin Yasin meraih 73 kursi.

Menurut konstitusi Malaysia, untuk membentuk kabinet baru, partai atau koalisi harus mengantongi 112 suara dari total 222 kursi parlemen. Pemegang mayoritas inilah yang berhak memberikan nama calon PM ke raja.

Namun ketiadaan partai atau koalisi yang menang mutlak atau memenuhi 112 kursi maka penentuan PM tertunda sehingga harus melibatkan raja untuk menunjuk perdana menteri.

Setelah pemilu, keduanya Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yasin saling klaim mendapatkan restu dari raja untuk menjabat PM.

Baca Juga:  Anak-anak TKI di Sabah peringati HUT Kemerdekaan RI ke-77 dengan suka ria

Muhyiddin bersikukuh menjadi pemenang setelah mendapatkan dukungan dari partai lokal Sarawak dan Sabah. Kursi yang dikumpulkan sebanyak 101, tetapi belum mencapai 112 kursi sehingga belum memenuhi syarat ambang batas untuk menyusun pemerintahan.

Menanggapi kondisi itu, Raja Abdullah memberikan batas waktu kepada kedua kubu untuk membentuk mayoritas dan menyetorkan calon nama PM hingga Selasa, 22 November siang.

Namun, mayoritas tak kunjung terbentuk. Raja kemudian memanggil Anwar dan Muhyiddin ke Istana Negara, tetapi cara ini juga tak menuai hasil.

Dalam pertemuan itu, raja sempat mengusulkan agar Muhyiddin dan Anwar membentuk pemerintahan bersama tetapi Muhyiddin menolak.

Sementara itu, Anwar mengungkapkan dalam pertemuan tersebut, raja menegaskan harus ada kerja sama seluruh partai agar terbentuk pemerintahan yang kuat.

Baca Juga:  Heroik Peringatan HUT RI di Sandakan, Anak TKI Turut Kibarkan Bendera Merah Putih

Pada Rabu, 23 Nopember 2022 Raja Malaysia lantas memanggil 30 politikus koalisi Barusan Nasional (BN) selalu peraih suara terbanyak ketiga pada pemilu baru-baru ini untuk membicarakan perdana menteri baru.

Hari ini, Raja Abdullah juga bertemu dengan sultan dari sembilan negara bagian. Usai bertemu para sultan, ia akhirnya menunjuk Anwar menjadi PM. (berbagai sumber)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here