Apa itu Menwa? Ini sejarah pembentukannya, fungsi dan tanggungjawabnya kepada negara

Latihan Keprajuritan Bagi Menwa Indonesia
Unggahan dari SIDAKPOST.ID

BERANDATIMUR.COM – Resimen Mahasiswa disingkat Menwa adalah organisasi ekstrakurikuler kampus dengan anggota terdiri dari mahasiswa aktif atau masih kuliah. Menwa adalah salah satu kekuatan sipil yang dilatih dan dipersiapkan untuk mempertahankan NKRI sebagai perwujudan Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).

Organisasi ekstrakurikuler ini juga menjadi salah satu komponen warga negara dari unsur mahasiswa yang telah mendapatkan pelatihan militer. Markas komando satuan berada di perguruan tinggi masing-masing dengan beranggotakan mahasiswa atau mahasiswi yang menempuh pendidikan di kampus tersebut.

Dikutip dari Wikipedia dan berbagai sumber disebutkan bahwa, Menwa merupakan komponen cadangan pertahanan negara yang diberikan pelatihan ilmu militer seperti penggunaan senjata, taktik pertempuran, survival, terjun payung, bela diri militer, senam militer, penyamaran, navigasi dan sebagainya.

Satuan Menwa salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang diberikan wewenang dan tanggung jawab yang berbeda dengan UKM lain di kampus itu, berada di bawah langsung rektorat.

Anggota Menwa memiliki seragam khusus berupa pakaian dinas lapangan (PDL) berwarna hijau, memakai sepatu laras. Lalu, pakaian dinas harian (PDH) berwarna krem dengan menggunakan baret warna ungu yang mengandung arti mulia, berpengetahuan, terpelajar. 

Latihan Keprajuritan Menwa Indonesia
Unggahan dari SIDAKPOST.ID

Organisasi Menwa ini memiliki janji seperti Sapta Marga pada TNI yang disebut Panca Dharma Satya yang berbunyi:

  • Kami adalah mahasiswa warga Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
  • Kami adalah mahasiswa yang sadar akan tanggung jawab serta kehormatan akan pembelaan negara dan tidak mengenal menyerah.
  • Kami Putra Indonesia yang berjiwa ksatria dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta membela kejujuran, kebenaran, dan keadilan.
  • Kami adalah mahasiswa yang menjunjung tinggi nama dan kehormatan Garba Ilmiah dan sadar akan hari depan Bangsa dan Negara.
  • Kami adalah mahasiswa yang memegang teguh disiplin lahir dan batin, percaya pada diri sendiri dan mengutamakan kepentingan Nasional di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Kemudian, semboyan dari Resimen Mahasiswa Indonesia adalah “Widya Çastrena Dharma Siddha“, berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “Penyempurnaan Pengabdian Dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan”

Baca Juga:  Komandan Resimen Mahasiswa Satuan 702 UNM diserahterimakan

Makna dari Ilmu Pengetahuan adalah segala macam cabang keilmuan yang didapat saat menjadi mahasiswa. Hal ini dipergunakan untuk menempuh jenjang karier, dengan tidak melupakan tujuan utama melakukan pengabdian pada masyarakat.

Sedangkan Ilmu Keprajuritan adalah yang bersangkutan dengan jiwa keperwiraan, keksatriaan serta kepemimpinan, bukan sekadar keahlian dalam bertempur ataupun yang sejenis.

– Sejarah pembentukan Menwa
Berawal pada 13 Juni-14 September 1959 diadakan wajib latih bagi para mahasiswa di Jawa Barat. Mahasiswa yang memperoleh latihan ini siap mempertahankan NKRI bersama TNI guna mencegah semua ancaman dan siap melakukan pertempuran dengan menggunakan senjata.

Mahasiswa-mahasiswa wajib latih ini atau disebut juga WALAWA dididik di Kodam VI/ Siliwangi yang diberi hak menggunakan lambang Siliwangi. WALAWA dipersiapkan menjadi perwira cadangan untuk mendukung TNI bila terjadi keadaan genting pada NKRI.

Pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta, Komando Pimpinan Besar Revolusi Presiden RI Bung Karno mencetuskan Trikora. Seluruh rakyat menyambut komando ini dengan gegap gempita dengan semangat revolusi untuk merebut Irian Barat termasuk juga mahasiswa wajib latih (Walawa).

Isi Trikora:

  1. Panjangkan Sangsaka Merah Putih di Irian Barat
  2. Gagalkan Negara Boneka Papua
  3. Adakan Mobilisasi Umum
Latihan Keprajuritan Menwa Indonesia
Unggahan dari SIDAKPOST.ID

Sejak Trikora bergema maka kewaspadaan nasional makin diperkuat, makin memuncak sehingga timbul rencana pendidikan perwira cadangan di Perguruan Tinggi.

Berdasarkan dua surat keputusan Pangdam VI Siliwangi, maka pihak perguruan tinggi kala itu membentuk suatu badan koordinasi yang diberi nama Badan Persiapan Pembentukan Resimen Serba Guna Mahasiswa Dam VI Siliwangi (disingkat BPP) Resimen Mahasiswa DAM VI/ Siliwangi pada 20 Januari 1962 beranggotakan:

Prof drg. R G Surya Sumantri ( Rektor Unpad) selaku Koordinator
Dr Isrin Nurdin (Pembantu Rektor ITB) selaku Wakil Koordinator I
Drs Kusdarminto (PR Unpar) selaku wakil Koordinator II
Major Moch. Sunarman dari PUS PSYAD pada waktu itu selaku sekretaris.

Pada Februari 1962 diadakan Refreshing Course selama sepuluh minggu di Resimen Induk Infantri dan dilanjutkan dengan latihan selama 14 hari yang dikenal dengan sebutan Latihan Pasopati.

Baca Juga:  Mendagri wanti-wanti Pemda antisipasi gelombang ketiga COVID-19

Akhirnya  anggota Resimen Mahasiswa angkatan 1959 dilantik oleh Pangdam VI/SLW menjadi bagian organik dari Kodam VI/SLW pada 20 Mei 1962.

Dalam rencana kerja empat tahunnya tercantumlah pembentukan kader inti dan ini sudah terlaksana sejak permulaan semester 2 tahun ajaran 1962–1963 termasuk pembentukan kader inti putri khususnya mahasiswa/i di Bandung, Jabar.

Untuk mengikuti latihan di Bihbul, tempat penggodokan prajurit-prajurit TNI (sekarang Secaba Dam III/ SLW, Bihbul). Satuan-satuan inti dari batalion mahasiswa dari beberapa universitas dan akademi dikirim ke tempat ini di bawah asuhan pelatih-pelatih dari RINSIL.

Pada 12 Juni 1964 terbitlah Surat Keputusan Menteri Koordinator Komponen Pertahanan dan Keamanan Jenderal TNI DR AH Nasution mengesahkan Duaja Resimen Mahawarman. Penyerahan Duaja dilakukan oleh Menko sendiri. Garuda Mahawarman resmi berdiri berdampingan dengan Harimau Siliwangi.

Apakah Menwa termasuk TNI?
Menwa bukanlah militer, melainkan berada di bawah naungan TNI dan bekerja berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yaitu Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Nasional, dan Menteri Dalam Negeri.

Menwa juga merupakan komponen cadangan pertahanan negara dengan tekad “Disiplin Adalah Harga Mati”.

SKB 3 Menteri tersebut adalah Menteri Pertahanan Nomor: KB/14/M/X/2000, Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 6/U/KB/2000 dan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor: 39 A TAHUN 2000 tentang Pemberdayaan dan Pembinaan Resimen Mahasiswa.

Dalam SKB 3 Menteri itu yang menjadi pertimbangan adalah bahwa:
a. kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa dibidang olah keprajuritan, kedisiplinan dan wawasan bela negara perlu dilaksanakan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa;
b. dengan telah terjadi perubahan paradigma disegala bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara perlu menata kembali semua aspek kehidupan termasuk pembinaan dan pemberdayaan Resimen Mahasiswa;
c. dalam kegiatan penanggulangan akibat bencana alam dan bencana lainnya perlu melibatkan Resimen Mahasiswa sebagai pelaksanaan fungsi perlindungan masyarakat;
d. keputusan bersama Menteri Pertahanan Keamanan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : KEP/11/XII/1994, Nomor 0342/U/1994, dan Nomor 149 Tahun 1994 tentang Pembinaan dan Penggunaan Resimen Mahasiswa dalam Bela Negara, perlu dilakukan penyesuaian dengan perkembangan saat ini;
e. berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, b, c dan d perlu dibentuk Keputusan Bersama Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah tentang Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiswa;

Selanjutnya berbagai regulasi yang patut diingat yakni:
1. Undang-undang Nomor: 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia yang telah diubah dengan Undang- undang Nomor: 1 Tahun 1988;
2. Undang-undang Nomor: 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional
3. Undang-undang Nomor: 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah
4. Undang-undang Nomor: 56 Tahun 1999 tentang Rakyat Terlatih
5. Peraturan Pemerintah Nomor: 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi
6. Kepmendikbud Nomor: 155/U/1998 Tahun 1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi.

Baca Juga:  Mendikbudristek tegaskan siap basmi intoleran di sekolah dan kampus

Memutuskan:
Pasal 1
Kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa dibidang olah keprajuritan, kedisiplinan, dan wawasan bela negara dilaksanakan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan menjadi tanggung jawab pimpinan perguruan tinggi.
Pasal 2
Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiswa sebagai komponen pertahanan negara menjadi tanggung jawab Menteri Pertahanan.
Pasal 3
Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiswa dalam melaksanakan fungsi perlindungan masyarakat menjadi tanggung jawab Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah.

Pada UU RI Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara di dalamnya tercantum Komponen Pendukung dalam pertahanan negara.

(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here