Aparat larang penumpang naik di kapal, pengurus TKI mengamuk di pelabuhan

Penumpang Dilarang Naik Kapal
Seorang pengurus penumpang mengamuk di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan gara-gara penumpangnya dilarang naik di KM Bukit Siguntang, SElasa (8/6) dini hari

Nunukan (BERANDATIMUR) – Seorang pengurus tenaga kerja Indonesia (TKI) mengamuk di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kaltara gara-gara penumpangnya dilarang naik di kapal yang akan berangkat tujuan NTT.

Pengurus TKI melakukan protes akibat kesal terhadap oknum aparat yang dianggap melakukan tindakan sepihak yang melarang penumpangnya melanjutkan perjalanan pulang ke kampung halamannya.

Pantauan di Pelabuhan Tunon Taka pada Selasa dini hari, 8 Juni 2021 sekira pukul 00.50 Wita, pengurus penumpang ini melakukan protes keras kepada PT Pelni dan aparat yang melarangnya dengan memutar-mutar sambil meminta dirinya divideokan dan diviralkan karena dianggap tindakan aparat ini berlebihan.

Bahkan sempat mengvideokan diri sendiri dengan meminta kepada Presiden Joko Widodo agar menindak aparat yang melarang penumpang naik ke KM Bukit Siguntang malam itu tanpa alasan yang jelas.

Pengurus penumpang inipun dengan tegas meminta agar kapal ditunda pemberangkatannya sepanjang penumpang bersangkutan tidak diberikan izin untuk naik di kapal KM Bukit Siguntang. “Saya minta kapal ini (KM Bukit Siguntang) dikasi jalan sebelum penumpang saya naik,” pinta pengurus ini dengan nada emosi.

 

Masalahnya, kata dia, penumpang yang akan berangkat ke NTT tersebut telah melakukan pemeriksaan swab, membeli tiket dan pembayaran pas masuk Pelabuhan Tunon Taka. Namun, aparat tiba-tiba melarang untuk naik di kapal sementara barang bawaan telah masuk di dermaga pelabuhan dekat kapal.

Ia juga sempat melontarkan pujian kepada aparat kepolisian yang telah memberikan kemudahan dan menjaga keamanan dan ketertiban selama ini terhadap pemberangkatan penumpang di Pelabuhan Tunon Taka.

Manager PT Pelni Cabang Nunukan, Ilhamda pada dini hari itu di Pelabuhan Tunon Taka mengaku turut kesal atas peristiwa tersebut dan tidak bisa berbuat apa-apa karena pelarangan dilakukan oleh oknum aparat.

Ilhamda juga membenarkan penumpang yang akan berangkat menuju NTT itu telah membeli tiket dan membayar pas masuk pelabuhan. Oleh karena itu, dia katakan tidak ada alasan untuk melarang penumpang bersangkutan melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya.

Ia juga menegaskan mengenai alasan pelarangan itu karena ditengarai ada barang terlarang yang dibawa, namun sebaiknya perlu dibuktikan dengan berita acara bukan hanya secara lisan.

Manager PT Pelni Cabang Nunukan inipun berpendapat jika memang penumpang membawa barang laranganya maka seyogyanya menjadi tanggungjawab aparat untuk menindak dengan membuat berita acara.

Hanya saja, penumpang tujun NTT ini telah melalui prosedur untuk diberangkatkan seperti pemeriksaan swab, beli tiket, bayar pas masuk pelabuhan, ungkap Ilhamda.

Setelah terjadi negosiasi antara pengurus TKI ini dengan aparat yang melarangnya, akhirnya disepakati penumpangnya dibenarkan naik di kapal dengan barang bawannya. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here