Nunukan (berandatimur.com) – Pasca sosialisasi pelayanan publik dan pelestarian lingkungan di Aceh dan Nusa Tenggara Timur, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI berencana melakukan hal yang sama di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Program ini khusus digelar di wilayah perbatasan negara sebagai bentuk komitmen Bakamla RI dalam mewujudkan Nawacita Presiden Jokowi yakni membangun Indonesia dari pinggiran.

Kasubag Humas Bakamla RI, Mayor Marinir Mardiono di Nunukan, Selasa (17/7) mengutarakan, terkait dengan rencana ini telah dikoordinasikan dengan Pemkab Nunukan untuk menentukan lokasi penanaman mangrove nantinya.

Baca Juga:  Prihatin!!! Cagub Zainal A Paliwang Temukan Jalanan Provinsi di Sebatik Nyaris Putus Tanpa Perhatian
Kasubag Humaa Bakamla RI, Mayor Marinir Mardiono (kanan) salam komando dengan Sekdakab Nunukan, Serfianus usai koordinasi tentang rencana penanaman mangrove di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan.

Sesuai dengan hasil koordinasi tersebut maka ditetapkan lokasi penanaman mangrove di Desa Bukit Aru Indah Kecamatan Sebatik Timur yang direncanakan awal Agustus 2018.

Mardiono menyampaikan, usai koordinasi dengan Pemkab Nunukan langsung meninjau lokasi penanaman dan pembibitan mangrove di Kecamatan Sebatik Barat.

Peninjauan lokasi itu, dia didampingi Kepala Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut Kota Tarakan, Afrisal Agung Satria dengan menggunakan perahu bermesin (ketek) atau lebih dikenal masyarakat setempat dengan nama perahu katinting.

Usai meninjau lokasi penanaman dan pembibitan mangrove, Mardiono juga berkesempatan mengunjungi pos-pos Satuan Tugas Pulau Terluar (Satgas Puter) di Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Negeri Sabah, Malaysia.

Baca Juga:  Korban Gantung Diri di Liang Bunyu Sering Termenung

Pos-pos Satgas Puter tersebut saat ini dijaga oleh prajurit Korps Marinir dari Batalyon Infanteri 3 Korps Marinir Surabaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here