Banjir di Barru, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh. Dua Warga Dilaporkan Hanyut

BARRU (berandatimur.com) – Hujan yang mengguyur Sulawesi Selatan sejak semalam dini hari sejumlah ruas jalan terendam banjir menyebabkan jalur trans Sulawesi lumpuh total.

Seorang warga Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polman Sulawesi Barat, Drs Bohari, MSi yang dihubungi via whatsapp dari Polman, Jumat (28/12) malam membenarkan, kendaraan yang digunakan menuju Sulawesi Barat dari arah Makassar Sulawesi Selatan terpaksa tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Ia mengatakan, banjir yang menggenangi Kecamatan Balusu Kabupaten Barru Sulawesi Selatan sepanjang badan jalan dengan ketinggian hingga mencapai paha orang dewasa.

Baca Juga:  BNNK Nunukan Libatkan Masyarakat Kampanyekan Anti Narkoba

Akibat banjir yang menggenangi ruas jalan di daerah itu, kata Bohari, jalan penghubung Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Barat terputus.

Bohari menambahkan, dampak banjir DI Kabupaten Barru tersebut ratusan rumah warga terendam, sawah dan lahan pertambakan.

Hal ini tentunya sangat berdampak karena dipastikan warga mengalami kerugian.

Warga berjalan di genangan banjir sekitar rel kereta di Kabupaten Barru Sulsel, Jumat (28/12).

Bohari mengatakan, bukan hanya jalan trans Sulawesi yang berdampak banjir tetapi juga rel kereta api yang sedang dalam tahap penyelesaian.

Dampak banjir ini, sambung dia, ruas jalan mengalami kerusakan parah akibat derasnya tekanan air menyebabkan kendaraan tidak berani melintasi banjir tersebut.

Baca Juga:  Triwulan II-2018, Ekonomi Sulsel Tumbuh 7,38%

Ia menuturkan, kendaraan yang ditumpanginya berhenti sambil menunggu hujan reda dan genangan air surut.

Sesuai informasi dari masyarakat yang mencoba melintasi genangan air mengatakan, banyak bagian-bagian jalanan yang berlubang karena aspal nya terbongkar.     ,

‘Kalau mau melanjutkan perjalanan ke Sulbar harus memutar ke Kabupaten Soppeng dengan jarak hingga ratusan lilo meter,” beber dia.

Sepanjang Desember 2018 ini, sejumlah daerah di Sulbar juga dilanda hujan deras secara terus menerus.

Penulis: Almadar Fattah

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here