Begini penampakan rumah kerajinan Kelompok Dasawisma Tobi Wolor di Sikka. Apa saja kegiatannya?

Produk Anyaman Dari Daun Lontar oleh Dasa Wisma Tobi Wolor

Maumere (BERANDATIMUR) – Anda penggila aksesoris asli dalam bentuk anyaman daun lontar, ada di rumah kerajinan tangan yang terletak di Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT. Pengelolanya adalah Sanggar Dasa Wisma Tobi Wolor.   

Berbagai jenis bentuk kerajinan tangan dapat ditemukan di sanggar ini seperti tas, silikon laptop, topi dan masih banyak lagi yang lain. Harganya bervariasi alias dapat dijangkau dengan isi kantong kalangan masyarakat bawah. 

harga jual setiap produk aksesoris yang di jual di sanggar dasawisma tobi wolor tersebut juga berfariasi, mulai dari 50 ribu hingga 250 ribu tergantung tingkat kerumitan anyamannya.

Kepada awak media ini, Ketua Dasa Wisma Tobi Wolor, Regina Rue pada Sabtu, 17 September 2022 menuturkan menerima pesanan anyaman sesuai selera konsumen. “Kami Kelompok Dasawisma Tobi Wolor juga menerima pesanan anyaman sesuai kebutuhan konsumen,” ujar dia. 

Dasa Wisma yang dipimpinnya sejak 25 September 2019 telah memiliki 25 anggota.  “Kelompok dasa wisma ini kami bentuk pada tanggal 25 September tahun 2019, sementra untuk anggota kelompok sampe saat ini sudah 25 orang dan saya sendiri sebagai ketuanya,” beber Regina.

Baca Juga:  Komisoner Bawaslu Makassar Meninggal Dunia

Kerajinan anyaman yang diproduksi sudah seringkali dipamerkan tingkat Kabupaten Sikka maupun regional seperti launching Wisata Hi’a Beach pada 2020, Pemilihan Putra-Putri Tari NTT 2021 di Gedung SCC Maumere, dan Festival Bale Nagi 2022 di Kabuten Flores Timur. 

Regina menyampaikan maksud dibentuknya dasa wisma ini untuk memanfaatkan sumber daya alam di desanya agar memiliki nilai jual untuk menambah penghasilan warga setempat. 

“Kelompok dasawisma ini kami bentuk secara mandiri karena kita melihat sumber daya alam kita ini sangat banyak sayang kalau tidak di manfaatkan, dan dengan di dukukung oleh
potensi seni yang dimiliki anggota kita akhirnya bisa menghasilkan produk yang bisa dipasarkan untuk menghasilkan uang demi kesejahteraan anggota kelompok,” ungkap dia lagi.

Baca Juga:  Unipa Sikka wisuda 428 sarjana dan diploma pada Dies Natalis ke-XVI

Prospek produk kerajinan tangan yang dilakoni saat ini mulai menunjukkan kemajuan berkat dukungan penuh dari Kepala Desa dan Ketua Tim Penggerak PKK Lewomada sehingga Regina sangat bersyukur dan berterima kasih.  

“Motivasi dan edukasi yang diberikan oleh Bapak Desa dan Ibu Ketua Penggerak PPK lah yang membuat semangat kami membara. Kelompok Dasawisama Tobi Wolor ini bisa dikenal dimana-mana juga berkat dukungan dan peran aktif dari beliau berdua,” ucap dia.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Lewomada, Domikus Pondeng yang ditemui di ruang kerjanya sangat mengapresiasi dengan kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh anggota kelompok Dasawisma Tobi Wolor tersebut.

“Saya sebagai kepala desa lewomada dan Ibu ketua penggerak PKK desa lewomada sangat mengapresiasi dan bangga dengan apa yang sudah di buat oleh Kelompok Dasawisma Tobi wolor,

Baca Juga:  Remas Darul Ikhlas Tagawiti gelar wisata lahir bathin di Pantai Bota Nipo

Hanya saja, Kades Lewomada mengaku belum mengintervensi dana namun sudah bisa mandiri sehingga patut dijadikan panutan bagi kelompok lainnya di desa itu. 

“Satu hal yang membuat saya dan ibu ketua penggerak PKK bangga yaitu Niat mau belajar, kerja keras dan kekompakan yang mereka tanamkan di dalam diri setiap anggota kelompok dan ini yang harus bisa jadi pandutan kelompok – kelompok lain di desa lewomada jika mau kelompok mereka juga berkembang” tutup Kades Lewomada tersebut. (mg01)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here