Begini Tanggapan Gamer Makassar Soal Wacana MUI Haramkan Game Battlegrounds (PBUG)

Makassar (BERANDATIMUR.COM) – Wacana Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa mengharamkan games Battlegrounds atau PUBG ditanggapi gamer Kota Makassar Sulawesi Selatan.

Rencana MUI mengerluarkan fatwa mengharamkan game tersebut karena dianggap menginspirasi terjadinya tindak kekerasan seperti terjadinya penyerangan Masjid di Selandia Baru beberapa waktu lalu.

Salah seorang gamer PUBG di Kota Makassar bernama Aldo Habel Febrian Ado alias Om Mary menyatakan persepsi terhadap game yang memiliki hunbungan terorisme oleh MUI dianggap tak logis alias mengada-ada.

Om Mary menjelaskan, PUBG hanya sekedar hiburan buat para gamer yang merindukan genre battegrounds royal

Baca Juga:  Soal Laporan Wartawan ke Polisi, Kades Abbumpungeng: Hanya Miskomunikasi
Aldo Habel Febrian Ado alias Om Mary, seorang gamer Kota Makassar.

e. Tidak ada efek lain selain keinginan menghibur diri dengan bermain game.

 

“Sebagai hiburan ji Cika.!! Apalagi di games PUBG tidak ada misi gamers untuk membunuh orang yang lagi Ibadah seperti yang terjadi di Selandia Baru,” kata dia dengan dialek Makassar pada Senin (25/3).

Ia menceritakan, doyan bermain game sejak duduk di kelas VI SD. Namun melakoni game PUBG sejak film ini booming di Imdonesia sejak Pebruari 2018.

Ia menegaskan, jika game ingin dikaitkan dengan tindak kekerasan, dari dulu sudah banyak games battlegrounds seperti Mortal Combat dan Grand Theft Auto (GTA).

Baca Juga:  Dua Dandim Diserahterimakan di Jajaran Korem 141/Toddopuli

“Kalau memang games berpengaruh kepada terorisme, dari dulu pasti sudah terjadi.Tapi kok hanya games PUBG yang ingin di haramkan pihak MUI,” beber dia agak kesal.

Om mary berharap, MUI mempertimbangkan kembali soal rencana fatwa mengharamkan games PUBG karena dikaitkan dengan kekerasan.

Terakhir dia mengajak para gamers PUBG terus bermain dan mengharumkan nama Kota Makassar di lini E- sport. (*)

Reporter : Atim
Editor     : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here