NUNUKAN (berandatimur.com) – Pasca seorang ibu rumah tangga (IRT) dilaporkan melakukan tindakan penipuan terkait harga penjualan BBM (bahan bakar minyak). Benarkah telah terjadi penjualan produk migas itu diluar jalur semestinya di Kabupaten Nunukan.

Ibu bernama NHY alias Wati (32) selaku makelar beralamat di Gang Kakap RT 17 Kelurahan Nunukan Timur dilaporkan oleh korbannya karena merasa ditipu terkait penjualan BBM hingga miliaran rupiah.

Meskipun diduga juga masih banyak korbannya yang telah dirugikan belum melaporkan kepada aparat kepolisian.

Data dari aparat Kepolisian Polres Nunukan, Kalimantan Utara, telah mengamankan NHY di Jalan Sei Fatima Kelurahan Nunukan Barat karena dilaporkan melakukan penipuan atau penggelapan hasil penjualan BBM pada Minggu (13/1) sekitar pukul 10.30 WITA.

Hal ini dibenarkan Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kasubag Humas Polres Nunukan, Iptu Muhammad Karyadi di Nunukan, Selasa (15/1).

Baca Juga:  KRI Tawau Imbau Malaysia Larang TKI Menyeberang Lewat Jalur Ilegal

Ia menyatakan, pelaku diamankan karena dilaporkan oleh dua korbannya merasa tertipu. Tindakan ini dianggap telah berulang kali dengan modus menjadi penghubung penjualan BBM.

“Tindakan pelaku ini dengan modus membeli barang dengan cara tidak membayar lunas. Dilakukan berulang kali,” ujar Karyadi.

Ada dua laporan polisi yang diterima bagian pengaduan Polres Nunukan yakni LP/10/I/2019/kaltara/Res Nnk tertanggal 11 Januari 2019 dan LP/11/I/2019/kaltara/Res Nnk tertanggal 11 Januari 2019.

Informasi yang diperoleh, dua lokasi kejadian yaitu Jalan Lapter GG Borneo Kelurahan Nunukan Timur pada Kuli 2018 dan APMS Zaini di Jalan Tanjung Kelurahan Nunukan Barat pada Desember 2018.

Karyadi melalui sambungan grup WA menyebutkan, pada saat penangkapan terhadap pelaku aparat kepolisian menyita uang tunai Rp922.000, satu unit “laptop” (komputer jinjing), satu unittelepon seluler, empat untai perhiasan emas berbagai bentuk.

Baca Juga:  Bupati Wajo Terpilih Hadiri HUT ke-3 Aztrada 88 di Sebatik

Selanjutnya, ada nota penjualan BBM, nota pegadaian barang berupa emas senilai kurang lebih Rp54 juta, kwitansi pembelian tanah, satu buah buku tabungan bank BRI dan ATM dan satu buah buku tabungan bank Mandiri.

Pada kasus ini, Karyadi menyebutkan, pelaku berusia NHY alias WA (32) beralamat Jalan Pelabuhan Baru Gang Kakap Kelurahan Nunukan Timur atau Jalan Sei Fatimah Kelurahan Nunukan Barat.

LetKronologis pelaku dalam melakukan aksinya dengan bertindak sebagai “broker” menggelapkan BBM jenis premium dan solar korbannya dengan cara tidak membayar lunas.

Meskipun, pelanggannya atau pembeli telah membayar lunas kepada pelaku. Kedua korbannya mengalami kerugian mencapai Rp550 juta.

“Uang hasil penjualan BBM yang seharusnya di bayarkan kepada korban pelaku digunakan untuk kepentingan pribadinya,” ungkap Karyadi.

Bahkan terungkap pelaku telah melakukan penipuan terhadap sejumlah orang di daerah itu dengan menjanjikan mitra bisnis BBM dan diberikan uang kurang lebih Rp521 juta.

Baca Juga:  Sekelompok Pemuda Wonomulyo Dirikan Warung Gratis Bagai Kaum Dhuafa

Padahal janji pelaku ini hanya fiktif sehingga melaporkan kepada aparat kepolisian setempat.

Setelah dilakukan penyelidikan pelaku berada di Jalan Sei Fatimah Kelurahan Nunukan.

Aparat kepolisian setempat menduga kerugian yang dialami korban yang sudah melapor maupun belum diperkirakan mencapai Rp1 miliar.

Sekaitan dengan tindakan pelaku penyidik akan menjerat pasal 372 junto pasal 64 subsider 379a KUHP.

Karyadi menyatakan, pelaku dan barang bukti yang disita saat ini diamankan di Mapolres Nunukan. (***)

Editor: M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here