Bercorak Indah, Sutera Mandar Banyak Dilirik Desainer Nasional

POLMAN (berandatimur.com) – Sutera Mandar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Barat saat ini mulai berkembang pesat dengan aneka motif bercorak indah.

Berkat perhatian Pemkab Polman terhadap kerajinan tenun masyarakatnya khususnya pembuatan sutera ini sehingga banyak dilirik desainer nasional.

Seperti diutarakan, Hj Wardiah, pemilik usaha butik sutera Mandar “Annisa Saqbe” di Kandeapi Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman, Jumat (28/12) menuturkan, sutera Mandar awalnya hanya dikenal dalam bentuk sarung atau “lipaq”.

Seiring perkembangan zaman dan teknologi, berbagai corak dan bentuk mulai diproduksi meskipun masih berbentuk konvensional (tenun tangan).

Wardiah menyatakan,  selaim sarung sutera Mandar saat ini dibuat baju, ulos dan tas dengan beraneka ragam bentuk dan warna.

Baca Juga:  PHE-Medco E&P Simenggaris Teken PJBG Dengan Perusahaan Lokal Kaltara

Perempuan alumni Teknik Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini mengatakan, bentuk dan motif yang diproduksi saat ini lebih banyak menyesuaikan permintaan.

Akhir-akhir ini, melayani permintaan dari Bandung, Jakarta, Surabaya dan kota besar lainnya di Indonesia. Bahkan telah banyak dikunjungi dan diminati desainer nasional seperti Ivan Gunawan.

Desainer Nasional Ivan Gunawan saat memamerkan jas yang dikenakan terbuat dari sutera Mandar produksi masyarakat Kabupaten Polman Sulbar

Ia sadari, meningkatnya permintaan menyebabkan harga otomatis melambung tinggi. Harga sutera Mandar sekarang ini mencapai Rp150.000 per lembar hingga Rp1,5 juta per lembar.

Wardiah mengungkapkan, sentra pemenuhan sutera Mandar ini terpusat di Kecamatan Tinambung tepatnya di Desa Karama dan Pambusuan.

Baca Juga:  Polman Larang Perayaan Malam Pergantian Tahun

Sutera Mandar ini memang sangat unik dimana berkualitas tinggi dan berbahan halus karena terbuat dari bahan baku yang sangat baik.

Tradisi menenun bagi masyarakat Kabupaten Polman masih tetap dilestarikan sehingga kualitasnya tidak diragukan lagi.

Wardiah membandingkan dengan sutera Bugis dan Makassar, sutera Mandar ini berbagai macam corak dengan ciri khas garis lurus simetris berbentuk kotak-kotak.

Pembuatan sutera Mandar ini dalam jangka waktu 2-3 pekan atau ada juga yang sampai berbulan-bulan.

Ia mengutarakan juga bahwa sejarah keberadaan sutera Mandar ini sampai sekarang menandakan status sosial bagi pemakainya.

Baca Juga:  Salut...Polman Perkuat Aparat Desa Melalui Pelatihan Kapasitas

Oleh karena itu, Pemkab Polman berupaya terus merawat dan melestarikan sentra tenun sutera di daerah agar dapat menjadi destinasi wisata budaya.

 

Penulis: Almadar Fattah

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here