“Berkonflik” dengan wartawan, Pj Bupati malah “menghilang” di Flotim

Pj Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi

Larantuka (BERANDATIMUR) – Terkait dengan keluhan pengusaha kapal angkutan antar pulau yang tidak bisa mendapatkan jatah bahan bakar minyak (BBM) akibat izin perpanjangan rekomendasi belum diteken Pemkab Flores Timur, NTT terus berkepanjangan.

Awak media di Kabupaten Flores Timur merasa tidak mendapatkan respon yang baik dari Pejabat Bupati Flores Timur Doris Alexander Rihi. Bahkan awak media di daerah itu diperlakukan tidak sewajarnya saat mengonfirmasi perihal kendala dialami pengusaha kapal angkutan antar pulau itu tidak dilayani dan diblokir sambungan telepon oleh Pj Bupati Floresd Timur tersebut.

Anehnya, Pejabat Bupati Flores Timur tersebut malah melayani klarifikasi media yang tidak berada di daerah itu. Akibatnya, awak media di Kabupaten Flores Timur meradang.

Awak media di daerah itu, mempertanyakan sikap yang diperlihatkan Pejabat Bupati Flores Timur itu dalam menyikapi persoalan masyarakat.

“Konflik” antara awak media dengan Pj Bupati Flores Timur ditanggapi Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Cabang Flores Timur, Fransiskus Mado.

Baca Juga:  Gubernur NTT: Manfaatkan lembaga pendidikan terdekat

Kepada awak media ini, Sabtu, 6 Agustus 2022, Fransiskus malah mempertanyakan kemitraan media massa dengan Pj Bupati Flores Timur tersebut. “Apakah Doris Rihi sedang tidak mempercayai rekan-rekan wartawan yang bertugas saat ini di Flores Timur atau ada hal lain yang berusaha disembunyikan oleh pemda sehingga publik tidak boleh tau,” kata dia.

Ia pun curiga bahwa Doris Rihi (sapaan Doris Alexander Rihi) sengaja membuat sekat dengan awak media di Kabupaten Flores Timur. Mungkin karena ada sesuatu yang disembunyikan yang berusaha agar tidak diketahui wartawan.

“Saya beramsumsi Pj Bupati Flotim saat ini sedang membuat sekat antara pemda dan kakak-kakak wartawan yang bertugas di sini. Kalau bukan itu berarti ada hal yang sedang disembunyikan oleh pemda sehingga Doris Rihi takut untuk ditemui atau ditelpon oleh wartawan,” ungkap Ketua LMND yang sering di sapa Bung Edo ini.

Baca Juga:  Perserond unggul babak pertama, Tim Sembur Paus Persebata lolos ke final

Sikap yang ditunjukkan Pj Bupati Flores Timur malah menimbulkan tanda tanya besar bagi masyarakat, ujar dia.

“Aneh sih menurut saya. Kakak-kakak wartawan di Flores Timur menulis soal teken kontrak BBM saat dikonfirmasi malah diblokir. Tetapi wartawan luar (Flores Timur) yang melalui chatingan whatsapp malah dilayani dengan pernyataan panjang lebar,” beber Bung Edo.

Menurut dia, wartawan mempunyai tugas penting dalam kemajuan pembangunan daerah dengan fungsi kontrolnya sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999.

Salah seorang wartawan di Kabupaten Flores Timur Adam Betan ikut menanggapi permasalahan ini. Wartawan AFB TV ini malah mengecam sikap Pj Bupati Flores Timur tersebut.

Menurut dia, tidakan memblokir nomor kontak wartawan saat mengonfirmasi terkait isu yang berkembang di Kabupaten Flores Timur adalah sangat tidak terpuji yang ditunjukkan pejabat nomor satu di daerah itu.

“Saya sangat tidak sepakat dengan apa yang dilakukan oleh Pj Bupati Flotim saat ini. Dan sangat mengecam keras tindakan Pj Bupati tersebut karena tidak menghargai sesama kita dan keluar dari kultur budaya kita sebagai orang Lamaholot,” tegas Adam Betan.

Baca Juga:  16 wartawan Nunukan jalani tes urine semuanya negatif

Wartawan senior ini berharap sikap Pj Bupati Flores Timur ini tidak ditiru oleh pejabat lainnya di lingkup Pemkab Flotim. “Saya berharap para pejabat lainnya di Flotim jangan meniru perilaku dari pemimpin kita saat ini. Sama sekali tidak menghargai kami sebagai insan pers,” tutup dia. (mg01)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here