BI Sulsel Luncurkan Kawasan Peduli Inflasi di Makassar

Makassar (berandatimur.com) – Bank Indonesia Perwakilan Sulsel meluncurkan Kawasan Peduli Inflasi di Kota Makassar sebagai tindaklanjut dari tahapan restorasi lorong dalam mendorong partisipasi pemberdayaan masyarakat untuk memiliki aktivitas produktif.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel, Bambang Kusmiarso dalam sambutannya saat peluncuran 7 Kawasan Peduli Inflasi di belakang Aspol Tello Baru Jalan Urip Sumoharjo Kecamatan Panakkukang Kota Makassar, Jumat.

Peluncuran kawasan ini adalah salah satu bentuk sinergitas BI dengan Pemkot Makassar dalam upaya pengendalian inflasi di Sulsel khususnya di Kota Makassar.

Kegiatan ini juga dukungan BI Sulsel terhadap program BULO (Badan Usaha Lorong), Makassarta Tidak Rangtasa dan Makassar Smart City.

Baca Juga:  Warga Nunukan Mulai Sadar, Kacab Pegadaian: Investasi Emas Meningkat Tajam
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kurmiarso (kiri) usai peluncuran Kawasan Peduli Inflasi di Jalan Urip Sumoharjo belakang Aspol Tello Baru Kota Makassar, Jumat (23/11).

Ketujuh lokasi kawasan tersebut adalah Kelurahan Tello Baru Kecamatan Panakkukang, Kelurahan Lajangiru Kecamatan Ujungpandang, Kelurahan Balang Baru Kecamatan Tamalate, Kelurahan Timongan Lompoa Kecamatan Bontoala, Kelurahan Tamalanrea Kecamatan Tamalanrea, Kelurahan Malimongan Kecamatan Wajo dan Kelurahan Bangkala Kecamatan Manggala.

BI Sulsel terus mendorong program Pemkot Makassar pada bidang budidaya melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam cabai atau komoditas lainnya yang bernilai ekonomi tinggi yang menjadi pemicu inflasi.

Sebagaimana kita ketahui, andil Kota Makassar terhadap inflasi Sulsel mencapau 78,12 persen maka pemanfaatan lahan pekarangan rumah diharapkan dapat mengendalikan inflasi pada masa yang akan datang, papar Bambang.

Baca Juga:  Presiden resmi larang ekspor CPO, pengusaha kelapa sawit bereaksi

Ia mengatakan, peluncuran 7 Kawasan Peduli Inflasi di Kota Makassar karena daerah ini diketahui menjadi kota jasa dan dagang serta penyangga perekonomian di Sulsel bahkan di KTI (Kawasan Timur Indonesia) yang memiliki keterbatasan lahan produktif bercocok tanam.

Bambang mengharapkan, keberadaan ketujuh kawasan ini dapat memotivasi dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya dalam pengembangan kawasan produktif.

Lalu, diharapkan pula dapat meningkatkan kesadaran, partisipasi dan sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat setempat yang tergabung dalam KWT (Kelompok Wanita Tani) maupun Kelompok Tani Lorong dalam penyediaan sumber pangan keluarga.

Baca Juga:  Bukber Dengan Insan Pers, BI Sulsel Ucapkan Terima Kasih

Pada kesempatan itu, Direktur Eksekutif BI Sulsel ini berharap, program pengembangan Kawasan Peduli Inflasi ini dapat terus diperkuat.

Tidak hanya pada aspek produksi tapi juga memperkuat kelembagaan, akses pasar dan penciptaan nilai tambah atau hilirisasi produksi. (***)

Editor: M Rusman

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here