Biaya tes PCR di RSUD Nunukan: TKI deportasi gratis, masyarakat umum Rp525.000/orang

Tes PCR di RSUD NUnukan
Direktur RSUD Nunukan dr Dulman, SpOG, M.Kes

Nunukan (BERANDATIMUR) – Dua mesin tes polymerase chain reaction (PCR) ditambah satu unit mobil portable yang bisa dipindah-pindahkan siap melayani masyarakat umum dan TKI yang dideportasi dari Sabah, Malaysia.

Alat ini merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus untuk mendapatkan hasil apakah seseorang positif atau tidak terpapar. Mesin ini adalah bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru diterima Pemkab Nunukan.

Selain bantuan mesin tes PCR, Pemkab Nunukan juga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat bersumber dari APBN berupa dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk pembangunan gedung khusus kedua mesin tersebut.

Gedung tersebut berada di dalam area RSUD Nunukan dan diresmikan penggunaannya oleh Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid pada Senin, 11 Oktober 2021.

Baca Juga:  210 desa gelar pilkades 2021, empat desa terancam dijabat Pjs

Direktur RSUD Nunukan dr Dulman pada Senin, 11 Oktober 2021 menyatakan dua mesin yang ditempatkan di dalam gedung di area rumah sakit dan satu unit mobil portable akan dimanfaatkan bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan termasuk TKI deportasi dari Malaysia.

Namun ada perbedaan layanan bagi masyarakat umum dan TKI deportasi. Bagi TKI deportasi tidak akan ditarik biaya alias gratis tetapi masyarakat umum akan dikenakan biaya sebesar Rp525.000 per orang.

“Jadi sesuai arahan dari pemerintah pusat biaya bagi TKI akan ditanggung oleh negara sehingga tidak dibebani biaya (gratis) karena ditanggung negara tetapi masyarakat umum membayar Rp525.000 per orang,” beber dia.

Baca Juga:  Bupati Nunukan hadiri Mubes I Pemuda Dayak Kaltara

Besaran biaya tes PCR bagi masyarakat umum telah menjadi ketentuan dari Kementerian Kesehatan RI sehingga tidak dapat diganggu gugat oleh Pemkabn Nunukan.

Mengenai efektivitas kerja dari mesin ini dapat diperoleh hasil hanya dalam jangka waktu tiga jam saja. Dua mesin dapat memeriksa masing-masing 96 orang dalam waktu tiga jam dan mobil portable sebanyak delapan orang dalam tiga jam.

“Hasilnya sudah bisa ditau hanya dalam jangka waktu tiga jam saja,” ujar Dulman kepada awak media. Ia juga menyinggung perihal layanan kepada masyarakat umum akan dijadwalkan Senin-Sabtu mulai pukul 08.00 Wita hingga 10.00 Wita.

Tujuannya pelayanan kepada masyarakat umum dibatasi, supaya hasilnya sudah bisa diketahui paling lambat pukul 13.00 Wita.

Baca Juga:  Pencegahan penyalahgunaan narkoba dijajarannya, Wabup Nunukan dorong tes urine berkala bagi ASN

Mengenai beban biaya kepada masyarakat umum yang akan tes PCR, dibenarkan pula oleh Bupati Nunukan. Ia mengatakan, kedua mesin PCR ditambah satu unit mobil portable ini diperuntukkan bagi seluruh masyarakat. Termasuk TKI yang dideportasi dari Malaysia.

Gedung ini dilengkapi beberapa ruangan khusus yang disesuaikan dengan kondisi. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here