Bijak, Tangan Dingin Andi Ibrahim Masdar (AIM) Ubah Wajah Kabupaten Polman

Tangan dingin Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar (AIM) membangun daerahnya selama lima tahun kepemimpinannya telah dirasakan masyarakat setempat.

Hal ini tidak terlepas dari kolaborasi yang ditunjukkan oleh Wakil Bupati Polman, HM Natsir Rahmat yang mendampingi AIM sehingga program kerjanya berjalan baik.

Kepemimpinan AIM bersama HM Natsir Rahmat telah memasuki tahun terakhir. Berbagai keberhasilan yang dirasakan masyarakatnya hingga pelosok desa sangat terasa.

Selama lima tahun pemerintahannya, AIM memiliki gaya kepemimpinan yang bijak dan arif disertai dedikasi yang tinggi dalam membangun daerahnya.

Selain itu, AIM sendiri tergolong religius dan sederhana sehingga mudah berbaur dengan semua kelompok dan golongan dalam melayani masyarakatnya.

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar (kiri) bersama Wakil Bupati Polman, HM Natsir Rahmat (kanan)

“Melayani secara inklusif terhadap siapapun tanpa mengenal siapa ia dan siapa dia. Keistimewaan AIM selain punya kepedulian sosial, AIM juga punya jiwa petualang,” ujar sejumlah warga yang mengenal dekat AIM selama lima tahun kepemimpinannya.

Pada saat berdialog dengan masyarakat, sosok AIM menggunakan gaya komunikasi yang sejuk dengan mengedepankan  low konteks dimana segala sesuatu dicatat apa yang ditemukannya.

Baca Juga:  Keputusan MK Adalah Ujian Iman

Sosok AIM ini, punya kemampuan memilah dan memilih informasi yang didengarkannya berkat pemgalamannya dalam memimpin dan politikus.

Hebatnya lagi, AIM tidak hanya mengandalkan penafsiran ilmiah semata karena itu tidak cukup tetapi menjelaskan sesuatu yang ada kaitannya dengan jiwa dan hati. Dalam arti bahwa kejujuran memiliki makna penting.

Konsep kepemimpinan AIM selama lima tahun menahkodai Kabupaten Polman sebagai bupati berbagai komentar positif dari masyarakatnya.

Contohnya, sektor pembangunan fisik benar-benar berbasis kemasyarakatan sehingga efeknya dirasakan seluruh golongan.

Sejumlah akses jalan telah masuk di pelosok desa meskipun sebagian masih dalam tahap proses.

Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar

Pada sektor pendidikan dan sosial, AIM dengan pendekatan inklusifnya sering berkunjung ke satuan pendidikan begitu juga semua desa yang tidak bisa dijangkau sudah beliau kunjungi.

Kepekaan sosial AIM selain memberikan bantuan langsung, selalu juga mengeluarkan buah pikiran, salah satunya mencanangkan pentingnya pendidikan anak, hidup bersih dan memanfaatkan lahan kosong pekarangan sekolah dan rumah penduduk.

Baca Juga:  Bupati Polewali Mandar Launching Proyek Kemanusiaan

Konsep hidup sehat yang dicanangkan selama ini mendapatkan respon baik dari masyarakat sehingga satuan pendidikan dan rumah penduduk telah memiliki kebun idaman serta tanaman apotik hidup.

Pada sektor keagamaan, AIM aktif menggelar dzikir bersama setiap pekan. Majelis dzikir ini memang telah dirintis sebelum menjabat Bupati Polman.

AIM pernah berkata, zikir ini, bukan hanya semata-mata mendekatkan kita dan menghambakan diri kepada Allah. Tetapi zikir ini diperuntukan untuk mendoakan semua rakyat Polewali Mandar.

Bupati Polman ini mengajak masyarakat untuk aktif melibatkan diri dalam acara dzikir.

Kemauan dan kejujuran AIM dalam memimpin tidak serta merta secara instan. Butuh proses yang panjang dan didukung oleh keluarga besarnya.

Faktor keluarga secara alamiah, AIM memang lahir dari keluarga punya keturunan memimpin.

Ayahnya bernama dari HM Masdar Pasmar adalah mantan Ketua Golkar Polmas dan Ketua DPRD Polmas (Polewali Mamasa).

Kabupaten ini awalnya bernama Kabupaten Polmas sebelum mekar menjadi Kabupaten Polman dan Kabupaten Mamasa.

Baca Juga:  Disdikbud Polman Sosialisasi Program DAK 2019

Sebelum menjadi Bupati Polman pada 2014, AIM menjadi anggota DPRD Sulsel dua periode sebelum Sulbar berpisah dari Sulsel.

Setelah Sulbar berdiri sendiri menjadi provinsi, AIM kembali dipercaya menjadi anggota DPRD Sulbar selama dua periode.

Pengalaman organisasi selain Ketua Partai Golkar Polewali Mandar adalah Ketua Gerakan Pramuka Sulbar, dan beberapa ORMAS dan OKP yang ada di Sulbar

AIM yang melanjutkan memimpin Kabupaten Polman periode keduanya yakni 2019-2024 ingin menghilangkan sekat dengan masyarakatnya.

Kondisi masyarakat Kabupaten Polman yang heterogen berasal dari Suku Bugis, Makassar, Jawa dan Mandar sendiri. Suasana kehidupan sangat kondusif. (*)

Penulis: Almadar Fattah

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here