Anak MUda yang tergabung dalam Buku Inteletual Makassar (BIM) menyediakan buku bacaan berkualitas untuk mencerdaskan anak bangsa.

MAKASSAR (berandatimur.com) – Buku Intelektual Makassar (BIM) berkomitmen meningkatkan minat baca melalui penyaluran buku bacaan kepada kaum milenial.

Hal ini diutarakan Abdullah, Founder BIM kepada berandatimur.com, Selasa (29/1) sebagai langkah meningkatkan literasi bangsa membantu pemerintah.

Demi mewujudkan sikapnya yang berkeinginan meningkatkan minat baca bagi kaum milenial di Kota Makassar, dia katakan, telah membagikan buku-buku kepada mahasiswa di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep.

Abdullah adalah mantan Ketua Bidang Humas Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa (IPPM) Pangkep ini menambahkan, keberadaan BIM diharapkan menjadi solusi tepat dalam mengatasi keterbatasan masyarakat mengakses buku bacaan bermutu dan murah.

Baca Juga:  Gempa 7,4 SR di NTT mengakibatkan 230 rumah rusak dan 2 kecamatan di Selayar lumpuh

Untuk memudahkan akses tersebut, BIM yang bermarkas di Jalan Toddopuli 10 Kota Makassar ini, menerapkan pemesanan buku secara online yang dapat diantar ke lokasi pemesan hingga pelosok desa.

“Kami telah mendistribusi ratusan buku-buku berkulitas ke kecamatan, desa yang ada di Kabupaten Pangkep. Insya Allah ke seluruh pelosok desa yang ada di Sulawesi Selatan,” tutur Abdullah.

Mantan ketua Ikatan Mahasiswa Kecematan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep ini juga mendistribusikan buku ke beberapa komunitas dan organisasi. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau bagi  pelajar.

Baca Juga:  Menggunakan biaya pribadi ke FORNAS Palembang, Andi Amar Maruf layak dicontoh komitmennya membina atlet Esport

Ia menyatakan, generasi milenial harus giat membaca guna mengaktifkan nalar sehat.

Misalnya dalam sebuah debat mahasiswa kadang menyaksikan generasi muda ketika berbicara tidak mampu menguasai materi karena kurang membaca.

“Makanya diskusi dan kegiatan ilmiah lainya seperti bedah buku harus terus gelar dalam lingkup mahasiswa. Bagaimana bisa kegiatan seperti ini bisa mengangkat materi-materi yang berbobot tanpa membaca,” ungkap Abdullah.

Banyaknya permasalahan yang dialami generasi milenial dalam forum debat atau karya ilmiah menjadi BIM tampil berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Saya menambahkan extra pelayanan mulai dari order online, pengantaran hingga pelosok agar buku-buku berkualitas ini bisa dimiliki masyarakat,” kata dia. (*)

Baca Juga:  HUT Bhayangkara di Sidrap Wacana Dirayakan Lebih Dekat Masyarakat

Penulis: Atim

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here