TAWAU (berandatimur.com) – Polis Marin Tawau mengamankan 22 Warga Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara karena membudidaya rumput laut di Pulau Sidam Malaysia pada Minggu (20/1) sekira pukul 07.30 waktu negara itu.

Sebagaimana dikutip dari medis online BES Tawau FM Malaysia, Komander Pasukan Polis Marin Wilayah 4 Sabah, ACP Mohamad Pajeri Ali, Minggu (20/1) menyebutkan, aktivitas yang dilakukan PATI diduga berasal dari Kabupaten Nunukan ini telah melakukan pelanggaran.

Pelanggaran tersebut berkaitan aturan yang dikeluarkan Jabatan Perikanan dimana tidak diperkenankan menggunakan pekerja asing tanpa dokumen resmi.

Baca Juga:  Polda Kaltara ungkap penyelundupan 47 kg sabu-sabu di Pulau Sebatik tujuan Palu

PATI yang diamankan, kata Mohamad Pajeri Ali diperkirakan berusia 22-52 tahun semuanya berjenis kelamin pria..

Selain mengamankan 22 PATI, PASUKAN Polis Marin Tawau turut merampas enam buah perahu jongkong kayu, lima unit mesin 15 PK, satu mesin 40 PK dan 750 kilo gram rumput laut dengan nilai diperkirakan 65.250 ringgit Malaysia.

ACP Pajeri menambahkan, semua hasil rampasan saat ini diamankan di Markas Operasi PPM Tawau untuk ditindakanlanjuti sesuai Akta Perikanan1985 dan Akta Imigresen 1959/63.

Terkait kasus ini, informasi yang diperoleh dari Polair Polda Kaltara membenarkan adanya penangkapan 22 WNI Kabupaten Nunukan tersebut.

Baca Juga:  Malaysia Perpanjang Lagi Masa PKP COVID-19

Namun Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro yang berusaha dikonfirmasi melalui sambungan Whatsapp, Rabu (23/1) belum mendapatkan jawaban hingga berita ditulis..

Letak Pulau Sidam berhadapan dengan Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik wilayah Malaysia. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here