Bulukumba Respon Positif Kebijakan BI Kembangkan Ekonomi Syariah

Bulukumba (berandatimur.com) – Kebijakan Bank Indonesia yang mendorong pengembangan ekonomi melalui pariwisata syariah sebagai salah satu upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah direspon positif oleh Pemkab Bulukumba.

Wakil Bupati Bulukumba, Tommy Satria di Bulukumba, Sabtu menyambut baik langkah-langkah BI Sulsel yang terus berinovasi menjaga stabilitas ekonomi Indonesia berkaitan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Salah satunya melalui implementasi ekonomi syariah yang terus dikobarkan di Sulsel khususnya kabupaten/kota yang selama ini jadi destinasi wisata diantaranya Kabupaten Bulukumba.

Di Kabupaten Bulukumba sendiri, pemerintah daerah telah menetapkan klasifikasi destinasi wisata yakni wisata religi Dato Tiro di Kecamatan Bontotiro, destinasi budaya di Kawasan Ammatoa Kecamatan Kajang dan destinasi pantai atau bahati di Pantai Bira dan Apparalang Desa Ara Kecamatan Bontobahari.

Baca Juga:  Harga Cabai Rawit dan Bawang Merah di Nunukan Melonjak. Apa Penyebabnya!

Menyinggung “halal food” atau kehalalan makanan sendiri, Tommy Satria mengatakan, Pemkab Bukukumba tidak meragukan lagi karena penduduknya 95 persen beragama Islam.

Oleh karena itu, makanan halal telah lama diterapkan sehingga langkah pengembangan ekonomi syariah melalui sektor pariwisata sangat mendukung peningkatan kunjungan wisatawan daerahnya.

“Masalah makanan halal di Kabupaten Bulukumba ini tidak diragukan lagi karena memang masyarakatnya 95 persen agama Islam,” beber Wabup Bulukumba.

Seorang wisatawan melompat dari ketinggian Pantai Apparalang di Desa Ara Kecamatan Bonto Bahari Bulukumba.

Tommy Satria juga menjamin seluruh makanan yang dijajankan di kawasan wisata maupun di warung-warung makan telah memenuhi kriteria kehalalan.

Baca Juga:  Pemprov dan BI Kaltara dorong pelaku UMKM melek teknologi digital

Artinya, seluruh makanan produk UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) layak dikonsumsi oleh masyarakat umum maupun turis.

Kebijakan BI dengan mengembangkan ekonomi syariah khususnya pada sektor pariwisata tersebut, dia menilai sangat tepat dengan menggandeng seluruh stakeholder khususnya pelaku UMKM.

Pemkab Bulukumba berkomitmen menjaga destinasi-destinasi wisata di daerahnya agar memberlakukan aturan syariah.

Menurut dia, penerapan aturan syariah pada kawasan wisata sebagai cerminan harga diri dan martabat daerah di mata turis lokal maupun mancanegara.

Bank Indonesia Perwakilan Sulsel terus berupaya menjaga perekonomian di wilayahnya dengan melakukan berbagai kegiatan seperti Pekan Ekonomi Syariah 2018 yang diselenggarakan di Mall Ratu Indah Makassar dan workshop sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.

Baca Juga:  Pelaku UMKM sebut rumput laut selamatkan perekonomian Nunukan, tidak kolaps

Penulis: M Rusman

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here