Buron selama 11 tahun, terpidana korupsi di Lembata akhirnya ditangkap di tempat persembunyian

Buronan Tindak Pidana Korupsi Ditangkap Kejari Lembata

Lembata (BERANDATIMUR) – Terpidana kasus tindak pidana korupsi atas nama Yohanes Ganu Amaran sempat buron selama 11 tahun, akhirnya ditangkap dan dieksekusi oleh Kejari Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Lembata Teddy Valentino kepada awak media ini pada Sabtu, 27 Agustus 2022 membenarkan terpidana kasus korupsi atas nama Yohanes Ganu Amaran ditangkap pada Kamis, 25 Agustus 2022 sekitar pukul 13.15 Wita.  

Tersangka sempat buron menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama 11 tahun. Berdangkutan ditangkap dalam persembunyiannya di Penjaringan Jakarta Utara dan ditangkap oleh Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI.

Teddy mengatakan Yohanes Ganu Amaran telah divonis dengan kurungan selama dua tahun penjara berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor: 1697 K/PID.SUS/2011 tanggal 14 Desember dan denda sebesar Rp100 juta. 

Baca Juga:  Kunker Gubernur NTT di Lembata, serahkan bibit dan panen shorgum

“Setelah buron selama kurang lebih 11 tahun, akhirnya pada Kamis tanggal 25 bulan delapan tahun 2022 sekitar jam 13.15 WIB bertempat di Penjaringan Jakarta Utara, Tim Intelijen Kejaksaan Agung berhasil mengamankan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Yohanes Ganu Amaran, S.Pi,” ungkap Teddy sekaligus Humas Kejari Lembata ini. 

Ia menjelaskan terpidana Yohanes Ganu Maran adalah pelaku korupsi dana bantuan program selisih harga benih ikan (BSHBI) dan rumput laut pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2007. Menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2.060.801.000,-.

Baca Juga:  Usai lantik 3 kades, Bupati Flotim minta jaga keutuhan 

“Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor: 1697 K/PID.SUS/2011 tanggal 14 Desember, Yohanes Ganu Maran dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 Tahun dan membayar denda sebesar Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) dan apabila denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” sebut Kasi Intelijen Kejari Lembata. 

Selain pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp100 juta, terpidana Yohanes Ganu Araman juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp276. 628.000. Teddy menyatakan apabila terpidana tersebut tidak membayar maka Kejari Lembata dapat menyita harta bendanya sesuai besaran uang pengganti tersebut.

Baca Juga:  Kejari Lembata Terima Uang Pengganti dari Terpidana Korupsi Awalolong

Namun, lanjut dia, apabila harta benda terpidana tidak mencukupi maka penjara sembilan bulan sebagai penggantinya. 

Setelah Yohanes ditangkap, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Lembata dan Kejaksaan Tinggi NTT akan menjebloskannya ke Lapas Kelas I Cipinang Jakarta Timur pada Sabtu 27 Agustus 2022. (mg05)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here