Cak Imin-Yenny Wahid saling serang di medsos, Yenny Wahid: Bisanya ambil partai orang

Nunukan (BERANDATIMUR) – Suasana perpolitikan di Indonesia mulai memanas, seiring dengan semakin dekatnya perhelatan pemilu pilpres dan pileg pada Februari 2024. Pergerakan dan pertemuan pimpinan partai parpol semakin intens dengan harapan menjalin komunikasi menuju upaya koalisi atau kerja sama.

Salah satu partai politik (parpol) peserta pemilu 2024 adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai berbasis NU ini mulai menghangat setelah ada dua tokoh yang pernah bersama dalam satu wadah, saling sindir di media sosial (medsos) twitter.

Dalam cuitan Cak Imin, Ketua Umum PKB yang menyatakan Yenny Wahid anak kandung Presiden RI ke-3 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bukan anggota PKB. Bahkan disebutkan Yenny Wahid sudah membentuk partai baru tetapi tidak lolos pemilu dan meminta menghidupkan saja partai yang gagal tersebut.

Baca Juga:  PKB dan BBNKB dominasi pajak Kaltara hingga Oktober

Bahkan Cak Imin meminta Yenny Wahid lebih baik mengurusi partai bentukannya dan tidak mengurusi PKB yang dipimpinnya. Sebab, apapun serangannya setiap pemilu tidak mempengaruhi perolehan suara dan malahan semakin meningkat.

Yenny Wahid pun menanggapi bahwa dirinya memang bukan PKB di bawah pimpinan Muhaimin Iskandar tetapi PKB Gus Dur dengan meminta Cak Imin tak baperan. Sebab, Cak imin belum tentu juga bisa membentuk partai baru kecuali hanya mengambil partai orang lain.

Seperti unggahan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang menulis bahwa Yeni itu bukan PKB, bikin partai sendiri aja gagal lolos, bbrp kali pemilu nyerang PKB gak ngaruh. PKB malah naik terus suaranya. jadi ngapain ikut-ikut ngatur PKB, hidupin aja partaimu yang gagal itu. PKB sudah aman dan nyaman kok.

Baca Juga:  Pemiliknya menunggak pajak Rp33 miliar, kapal CS Nusantara Explor ditangkap

Cuitan ini dibalas Yenny Wahid dengan menulis Hahaha inggih Cak. Tapi ndak usah baper to, Cak. Dan memang benar, saya bukan PKB Cak Imin. Saya kan PKB Gus Dur (emoji keren). Cak imin juga belum tentu lho bisa bikin partai sendiri…kan bisanya mengambil partai punya orang.

Cuitan saling serang di twitter ini, mendapatkan tanggapan sejumlah warganet. “Damailah,” tulis Mustofa Nahra Wardaya lima jam lalu.

Lalu Iwan Sabut @iwan_sabut yang membalas cuitan Yenny Wahid dengan menulis mulai perang terbuka, byk kok mbak di daerah2 kader PKB loyalis gus dur, tokoh2 senior, ulama2 NU tp diam & menunggu trah gusdur utk mengambil alih, menunggu tsunami politik PKB hehe @Bambanggelf. Bagi mereka PKB = Gusdur sm spt pdip, pd, nasdem, gerindra yg memiliki tokoh sentral. (***)

Baca Juga:  Dua Suku Saling Serang di Flores Timur, 6 Tewas 1 Luka Parah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here