Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara rawan dilanda kebakaran hutan akibat cuaca ekstrim untuk satu pekan ke depan.

Cuaca ekstrim terjadi di daerah ini akibat musim kering yang melanda wilayah selatan Pulau Jawa dan Australia yang berdampak pada kondisi suhu udara di wilayah utara khususnya Kalimantan Utara, jelas PMG Pratama BMKG Nunukan, Taufik Rahman di Nunukan, Rabu, 23 Oktober 2019.

“Akibat musim kering yang melanda wilayah selatan Pulau Jawa menyebabkan suhu udara di Kaltara ini terasa terik sekali,” ujar dia.

Baca Juga:  TNI-TDM janji sinergi cegah penyelundupan

Padahal, kata dia, sesuai pantauan satelit suhu udara di Kabupaten Nunukan maksimum 32,5 derajat celcius. Atau masih berada pada suhu udara normal.

Namun terik yang menyengat tersebut dipengaruhi oleh musim kering di daerah lain. Sebab udara berhembus dari arah selatan menuju tenggara dengan kekuatan maksimal 12 knot.

Sehubungan dengan kondisi cuaca ekstrim ini, maka potensi terjadinya karhuta di wilayah Kabupaten Nunukan sangat besar. Meskipun sering terjadi hujan tetapi sifatnya lokal, kata Taufik.

Ia juga menyatakan, potensi karhutla di Kabupaten Nunukan dapat terjadi di wilayah III akibat pembukaan lahan. Selain itu karhutla juga berpotensi terjadi di Kecamatan Nunukan Selatan.

Baca Juga:  Kaltara Korban Kabut Asap Kiriman dari Daerah Tetangga

“Wilayah III paling rawan terjadi karhutla karena sebagian daerahnya perkebunan kelala sawit dan pembukaan lahan,” kata dia.

Taufik menambahkan, pantauan potensi terjadinya karhutla ini telah dikoordinasikan dengan instansi terkait seperti polres dan kodim.

Oleh karena itu, langkah antisipasi kemumgkinan telah dilakukan pada titik yang rawan tersebut.

Bahkan kata dia, Polres dan Kodim Nunukan telah membuat pos-pos dengan menempatkan personilnya yang dapat turun langsung dengan cepat melakukan tindakan apabila terjadi kebakaran.

“Kami selalu koordinasikan cepat kalau ada pantauan di BMKG soal cuaca. Supaya ada langkah cepat melakukan antisipasi,” tutur Taufik. (***)

Baca Juga:  Nunukan "Dikepung" Tiga Daerah Rawan Gempa. BMKG: Apabila Gempa di Semporna Malaysia Paling Berdampak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here