NUNUKAN (berandatimur.com) – Sejak tiga hari lalu, ketersediaan daging ayam di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara langka akibat pasokan dari Sulsel Distop.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di daerah itu terpaksa pedagang mendatangkan dari negeri jiran Malaysia.

“Sudah tiga hari tidak ada daging ayam lokal jadinya kami jual daging beku atau daging segar dari Tawau (Malaysia) gara-gara tidak masuk lagi ayam dari Sulawesi (Selatan),” beber Dedi, pedagang daging ayam di Pasar Inhutani Kelurahan Nunukan Utara Kabupaten Nunukan,  Rabu (19/12).

Dedi menuturkan, kelangkaan daging ayam segar di Kabupaten Nunukan akhir-akhir ini akibat peternak lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

Baca Juga:  Malaysia Deportasi 54 WNI ke Nunukan

Solusinya, sambung dia, mendatangkan daging ayam beku atau ayam hidup dari Tawau dengan harga jual dalam kondisi bersih sebesar Rp40.000 per kilo gram dan Rp38.000 per kilo gram dalam kondisi masih utuh.

Lalu, Hajja Timah, pedagang daging ayam di Pasar Pagi Kabupaten Nunukan, Rabu (19/12) menyebutkan, setiap hari menjual 400 kilo gram pasokan dari Malaysia.

Akibat tidak adanya pasokan dari peternak ayam lokal sejak sepekan terakhir.

“Banyak pelanggan yang cari ayam tiap hari sementara tidak ada pasokan dari peternak lokal. Makanya terpaksa ambil ayam dari Tawau,” papar dia. (***)

Baca Juga:  Kerusakan Mesin Pembangkit, Alasan PLN Padamkan Listrik di Nunukan

Editor: M Rusman

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here