TANJUNG SELOR – Total dana sebesar Rp 21 miliar bakal dikucurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui mekanisme Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Dana ini digunakan untuk membangun sejumlah fasilitas Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar Rp15 miliar, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Rp5 miliar, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Rp1 miliar.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono melalui Kepala Subbagian Perencanaan, Keuangan dan BMD Sudarsono, ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk meningkatkan kualitas fasilitas dan infrastuktur pendidikan guna menunjang proses belajar-mengajar yang berkualitas pula.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Lagi, Upaya Penyelundupan WNI ke Malaysia

Sokongan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bidang pendidikan ini, utamanya melalui DAK dimulai sejak 2017. Dimana, kala itu DAK pendidikan yang mengalir ke Kaltara mencapai Rp29,3 miliar yang terbagi untuk pembangunan SMK Rp21,5 miliar dan SMA Rp7,8 miliar.

Sementara di 2018, totalnya Rp18,3 miliar yang terdiri dari SMK Rp15,5 miliar dan SMA Rp2,8 miliar. “Begitu banyak fasilitas yang berhasil dibangun lewat DAK ini. Seperti, ruang kerja, laboratorium, dan lainnya,” jelas Sudarsono.

Untuk pengusulannya, dilakukan melalui aplikasi Krisna yang dikelola Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dengan usulan itu, Bappenas lalu menyampaikannya kepada Kemendikbud untuk diseleksi melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) oleh Kemendikbud.

Baca Juga:  DP2KBP3A Flotim Ingatkan Orangtua Perhatikan Pola Hidup Anak

Ini disesuaikan dengan kebutuhan yang tertera di Dapodik. “Apabila ada hal-hal mendesak yang tak tercover melalui DAK, maka akan kita upayakan lewat APBD Kaltara,” tutupnya.

Editor: M Rusman
Sumber : Humas Pemprov Kaltara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here