Dermaga Pelabuhan Feri Seimenggaris Dibeberkan Miring. Diduga Anggaran Pembangunannya Dikorupsi

NUNUKAN (berandatimur.com) – Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Feri di Desa Semaja Kecamatan Seimenggaris Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara yang dibangun 2014 dalam kondisi miring dan sejumlah fasilitas pendukungnya mulai rusak.
    Diduga ada unsur korupsi terhadap anggaran pembangunannya karena proses pembangunannya tidak sesuai kontrak kerja.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Kepelabuhanan Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, Edi di ruang kerjanya, Senin (17/12) membenarkan, kondisinya dermaga yang dibangun menggunakan dana APBN tersebut mulai miring.
Selama ini kata dia, belum pernah ada pemeliharaan baik dari pemerintah pusat maupun Provinsi Kaltara selaku pemilik aset, jelas Edi.
Kabid Sarana Prasarana Kepelabuhanan Dinas Pelabuhan Kabupaten Nunukan, Edi di ruang kerjanya, Senin (17/12)
Status Pelabuhan Penyeberangan Feri Semaja di Kecamatan Seimenggaris ini bukan milik Pemkab Nunukan Nunukan sehingga tidak punya kewenangan untuk melakukan pemeliharaan atau perbaikan.
Begitu juga dengan pengelolaannya menjadi hak Pemprov Kaltara sebagaimana diatur dalam aturan yang berlaku. Dijelaskan pelabuhan penyeberangan menjadi aset pemerintah provinsi dan bukan pemerintah kabupaten.
Oleh karena itu, selalu pemilik wilayah maka Pemkab Nunukan tidak mungkin lepas tangan begitu saja karena kepentingan masyarakatnya di daerahnya.
Intinya, dermaga pelabuhan tersebut tiang-tiangnya mulai miring sehingga posisi dermaga kemungkinan ikut bergeser.
Mengenai penyebabnya, Edi mengaku, tidak tahu menahu karena bukan kewenangan Pemkab Nunukan untuk masuk di wilayah teknisnya.
“Iya memang kondisi dermaga Pelabuhan Penyeberangan Semaja tampak mulai miring,” ujar dia.
Sebelumnya pemilik lahan pembangunan dermaga Pelabuhan ini, Andi Darwin juga mengaku, tiang-tiang dermaga mulai miring sehingga berdampak pada posisi dermaga.
Andi Darwin, pemilik lahan dermaga Pelabuhan Penyeberangan Semaja Kecamatan Seimengagris Kabupaten Nunukan. Foto: doc
Andi Darwin mengatakan, pemasangan atau pemandangan tiang-tiang pelabuhan ini awal dibangun tidak sesuai besteknya.
Kedalaman tiangnya tidak sesuai ketentuan kontraknya yakni 15-20 meter ke bawah air.
Ia mengatakan, kemungkinan besar kedalaman tiang-tiang dermaga Pelabuhan Penyeberangan Feri Desa Semaja ini kurang dari 10 meter.
Akibat kedalamannya kurang sehingga pengerusan lumpur terus terjadi ditambah dorongan ombak yang kuat ikut mempengaruhi posisi tiang.
Selain itu, siring dermaga ini hanya terbuat dari batang kelapa sawit yang disusun ditimbuni tanah.
Kemungkinan batang kelapa sawit ini sudah lapuk atau ikut terbawa arus air maka terus mengalami longsor.
    Makanya, posisi tiang dermaga terpengaruh yang menyebabkan menjadi miring saat ini.
Pelabuhan Penyeberangan Feri Semaja Kecamatan Srimenggaris ini dikerjakan oleh PT Rianang asal Samarinda, Kalimantan Timur. (***)

Editor: M Rusman

Baca Juga:  Pelaku UMKM sebut rumput laut selamatkan perekonomian Nunukan, tidak kolaps

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here