Desa Lewomada, Sikka pamerkan kerajinan tangan dari daun lontara di Flotim

Kerajinan Tangan Terbuat Dari Daun Lontara asal Desa Lewomada, Sikka Dipamerkan di Flotim
Aksesoris yang terbuat dari daun lontara karya Dasawisma Tobi Wolor-Bokang, Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka di Festival Bale Nagi Flotim, Rabu malam (18/5). FOTO: Yakobus Elton Nggiri/BERANDATIMUR.COM.

Larantuka (BERANDATIMUR) – Festival Bale Nagi 2022 kini digelar Pemerintah Kabupaten Flores Timur, NTT di Taman Kota Felix Fernandes Larantuka pada 18-19 Mei 2022. Perajin Desa Lewomada, Kabupaten Sikka turut andil dalam festival tersebut.

Festival ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Dasawisma Tobi Wolor-Bokang, Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Berbagai macam kerajinan tangan yang terbuat dari daun lontar seperti topi, tas dan aksesoris lainnya di pamerkan.

Kepala Desa Lewomada Dominikus Pondeng yang menempati stan 9 di festival itu mengaku sangat senang bisa menjadi peserta pameran yang diadakan Pemda Flotim tersebut.

Baca Juga:  Puluhan Rumah dan Warga Tertimbun Longsor Gunung Ile Bodeng, Flotim

“Saya selaku kepala Desa Lewomada sanggat senang karena bisa menjadi salah satu desa di Kabupaten Sikka yang direkomendasikan untuk datang di Larantuka Flores Timur dan memasarkan hasil usaha kerajinan tangan kami di stand pameran Festival Bale Nagi ini,” ungkapnya.

Kepala Desa Lewomada yang disapa Nong Pondeng ini mengutarakan sejak 2019 warga yang tergabung dalam dasawisama Tobi Wolor menggeluti kerajinan berbahan baku daun lontara, telah dua kali mengikuti pameran.

Pameran di Festival Bale Nagi Flores Timur
Peserta pameran dari Desa Lewomada, Kecamatan Talibura, Sikka pada Festival Bale Nagi di Flotim, Rabu malam (18/5). FOTO: Yakobus Elton Nggiri/BERANDATIMUR.COM

“Sebelumnya kami juga pernah ikut pameran di SCC (Sikka Corvensi Center) dan ini yang kedua kalinya. Kami memamerkan kerajinan tangan kami ini dan ini pertama kalinya kami ikut pameran antar kabupaten,” ucap dia.

Baca Juga:  Pasien COVID-19 Terakhir Dinyatakan Sembuh, Flores Timur Masuk Zona Hijau.

Ia menjelaskan berbagai macam hasil kerajinan tangan dari daun lontar dipamerkan di festival Bale Nagi Flores Timur seperti bakul, topi, tas, minyak kelapa murni, sapu lidi, tingkat dan lain-lainnya.

“Ada juga minyak kelapa murni, sapu lidi, tongkat dan berbagai macam aksesoris seperti tas hp dan lainya nya yang kami pamerkan disini,” beber Nong Pondeng. (mg01)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here