Diduga BBM bekas PDAM dibuang ke sungai, tanaman warga mati

Pencemaran Sungai Kampung Tator
Warga memperlihatkan tanaman miliknya yang mati akibat pencemaran sungai di Kampung Tator, Jumat (4/6)

Nunukan (BERANDATIMUR) – Diduga Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Nunukan, Kaltara membuang bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bekas di sungai di Kampung Tator Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan menyebabkan tanaman warga mati dan gagal panen.

Hal ini disampaikan oleh Agustinus, warga RT 19 Kelurahan Nunukan Tengah pada Jumat, 4 Juni 2021 dimana tanaman holtikultura jenis sayur-sayuran terpaksa tidak dapat dipanen akibat dari air yang digunakan menyiram tanaman setiap hari telah tercemar BBM bekas.

Pencemaran sungai yang terletak di Kampung Tator ini, telah berlangsung sejak lima hari lalu dimana air telah berubah menjadi coklat dan warna pelangi.

“Air sungai yang saya pakai siram tanaman sayur-sayuran selama tercemar solar milik PDAM,” ungkap Agustinus melalui sambungan telepon.

Ia mengaku telah mengecek kepada petugas penjaga embung PDAM yang tak jauh dari kebun miliknya dan menemui pegawainya. Agustinus mengatakan petugas PDAM mengakui telah membuang BBM bekas jenis solar di sekitar embung tersebut.

BBM jenis solar inilah yang menjadi biang penyebab buah tanamannya tidak dapat dipanen karena membusuk. Oleh karena itu, gagal panen tersebut mengakibatkan mengalami kerugian.

Pencemaran Sungai di Kampung Tator
Sungai di Kampung Tator yang tercemar BBM bekas diduga milik PDAM yang digunakan warga menyiram tanamannya, Jumat (4/6)

“Tanaman saya tidak bisa dipanen lagi karena buahnya membusuk. Begitu pula sayur-sayuran tidak bisa dipanen juga karena mati secara tiba-tiba,” beber warga ini.

Ia menegaskan, sungai yang mengalir di sekitar bendungan PDAM ini adalah satu-satunya sumber air bagi warga di Kampung Tator untuk menyiram tanaman miliknya.

Hanya saja, setelah air sungai setempat telah tercemar BBM bekas maka hampir seluruh tanaman yang disiram menggunakan air sungai tersebut telah gagal panen.

Dirut PDAM Nunukan Masdi yang dihubungi via telepon selulernya pada hari yang sama membantah petugasnya membuang BBM bekas jenis solar ke sungai. Alasannya, genset yang dimilikinya di embung Kampung Tator tidak menggunakan BBM secara berlebihan.

Bahkan kata dia, apabila ada BBM bekas dari mesin genset milik PDAM yang akan dibuang harus menggunakan berita acara. “Jadi tidak betul itu kalau BBM bekas PDAM yang mencemari sungai di Kampung Tator yang menjadi penyebab tanaman warga mati atau gagal panen,” ujar dia.

Masdi juga membantah bahwa pencemaran sungai di Kampung Tator itu akibat dari BBM bekas PDAM. Sebab, lanjut dia, PDAM tidak pernah membuah BBM bekas ke sungai disekitar embung Kampung Tator.

“TIdak benar itu kalau PDAM yang buang BBM bekas ke sungai di Kampung Tator,” tegas dia. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here