NUNUKAN (berandatimur.com) РKelangkaan gas elpiji bersubsidi dari Tawau Negeri Sabah Malaysia di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara akhir-akhir ini diduga kuat disebabkan oleh pengungkapan kasus penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu yang disembunyikan dalam tabung gas produk negara tetangga tersebut.

Dugaan ini diutarakan Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Hasan Basri di Nunukan, Selasa (5/3) ketika ditanya faktor kelangkaan gas elpiji produk Malaysia saat ini.

“Gas elpiji produk Malaysia dilarang masuk Nunukan kemungkinan karena adanya kasus penyelundupan sabu-sabu disembunyikan dalam tabung gas dulu,” kata dia.

Baca Juga:  Pemilik Kapal Annuari 3 Menyangkal, NBS Mengakui, Bea Cukai Melegalkan

Warga Kabupaten Nunukan sejak beberapa hari terakhir mengeluhkan kelangkaan gas elpiji baik produk Malaysia maupun produk tiga kilo gram bagi warga miskin produk Indonesia.

Kelangkaan tersebut mengakibatkan, warga di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia ini “menjerit” karena sulitnya mendapatkan bahan bakar memasak.

Namun Hasan Basri berujar, PT Pertamina telah menyediakan gas elpiji berat 5,5 kilo gram dan 12 kilo gram sejak beberapa bulan lalu.

Mengenai kelangkaan gas elpiji tiga kilo gram atau lebih dikenal gas melon itu, dia katakan sangat heran suplai dari PT Pertamina saat ini telah mencapai 60.000 tabung. Sementara warga miskin yang tercatat hanya 25.000 jiwa lebih.

Baca Juga:  Nunukan Bakal Miliki Pabrik Pengolahan Rumput Laut

Kelangkaan ini tentunya menjadi perhatian serius dari Pemkab Nunukan sehingga perlunya penataan ulang soal manajemen distribusi agar tepat sasaran.

Hasan Basri mengakui, sejak adanya pengungkapan kasus penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia yang disembunyikan dalam tabung gas itu pasokan dari negara itu mulai menurun. (***)

Editor : M Rusman

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here