Diduga lakukan pelecehan seksual, dosen UNM dinonaktifkan sebagai pembimbing skripsi

Dugaan Pelecehan Seksual di UNM
Kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dosen di UNM terhadap mahasiswanya terus menjadi perhastian publik Makassar. FOTO: Doc

Makassar (BERANDATIMUR) – Dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang dosen pembimbing terhadap mahasiswanya di Universitas Negeri Makassar (UNM) terus menyeruak. Kasus inipun telah menyita perhatian publik Makassar khususnya civitas akademika UNM.

Kampus ini pun bereaksi keras dengan tidak mentolerir praktik dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum dosen di Fakultas Teknik (FT).

Terkait kasus yang diungkit terus dipublik ini, UNM telah membentuk tim pencari fakta. Pimpinan perguruan tinggi ini juga mengambil sikap tegas dengan memberhentikan dosen bersangkutan dari jabatannya sebagai pembimbing skripsi, dan penasihat akademik.

Baca Juga:  Persepsi kasus toilet Lamacca, satpam tanpa tanda jasa

Selain itu, dosen tersebut dinonaktifkan sebagai dosen pendamping praktik industri dan tugas akhir mahasiswa lainnya.

“SK penonaktifan itu terbit 6 Juni 2022 atau dua hari setelah kasus ini muncul,” kata Dekan Fakultas Teknik UNM, Prof Dr Muhammad Yahya di Makassar, Jumat 1 Juli 2022.

Sejak kasus ini terungkap, Yahya mengaku langsung membentuk tim pencari fakta yang ditangani langsung dewan etik dosen sejak 2 Juni 2022. Tim ini terus bekerja dengan meminta klarifikasi dengan sejumlah saksi termasuk mahasiswa yang diduga menjadi korban dan dosen bersangkutan.

Baca Juga:  Himaprodi PBSI FBS UNM akan menyelenggarakan diklat jurnalis bagi mahasiswa

“Sejumlah saksi yang dianggap mengetahui kejadian ini juga sudah diperiksa dan dimintai klarifikasi. Beberapa bukti yang terkait dengan kejadian ini juga sudah dikumpulkan,” beber Yahya.

Ia menambahkan hasil kerja tim pencari fakta akan segera dirilis oleh Rektor UNM untuk ditindaklanjuti sesuai aturan akademik dan statuta yang berlaku di kampus itu.

Sekadar diketahui, kasus ini terungkap bermula dari pengakuan seorang mahasiswi Fakultas Teknik UNM melalui media sosial yang mengaku telah mengalami pelecehan seksual dari dosen pembimbing skripsinya. Kasus ini lalu viral dan menyita perhatian publik Makassar. (***)

Editor: M Rusman

 

Baca Juga:  LPM Penalaran UNM menggelar seminar hasil penelitian lembaga dan anggota

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here