NUNUKAN (berandatimur.com) – Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menegaskan kembali bahwa gas elpiji tiga kilo gram bersubsidi hanya diperuntukkan bagi warga miskin dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Penegasan ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Hasan Basri di Nunukan, Rabu menyikapi masih banyaknya warga yang tergolong mampu secara ekonomi yang menggunakan gas elpiji subsidi tersebut.

Kondisi ini menyebabkan kebutuhan meningkat drastis sehingga sering terjadi kelangkaan. Padahal kuota yang disediakan oleh PT Pertamina hanya 25.000 tabung saja.

Saat ini kata Hasan Basri, kuota meningkat hingga 80.000 tabung akibat dugaan adanya pasokan tabung gas elpiji tiga kilo gram kosong dari Sulawesi Selatan dan Surabaya Jawa Timur.

Baca Juga:  KABAR GEMBIRA! Pemerintah Rencanakan Pelanggan Listrik 900 VA Non Subsidi dan 1.300 VA Diberi Keringanan Pembayaran

Hal ini diakui dia, sulit diawasi karena kewenangan pengawasan bukan pada Dinas Perdagangan tetapi Dinas Perdagangan dan Energi.

Sementara, Dinas Pertambangan dan Energi tidak ada di Kabupaten Nunukan karena telah diambil alih provinsi.

Hasan Basri mengatakan, banyaknya warga mampu yang menggunakan elpiji tiga kilo gram bersubsidi di Kabupaten Nunukan sulit memenuhinya maka resikonya terjadi kelangkaan.

Padahal ketentuannya elpiji tiga kilo gram ini hanya diperuntukkan bagi warga miskin dan UMKM berdasarkan syarat-syarat tertentu.

Pada kenyataannya di Kabupaten Nunukan ini banyak PNS, TNI, Polri, restoran dan warga mampu lainnya.

Syarat warga miskin adalah pendapatan kurang dari Rp1,5 juta per orang per bulan. Sedangkan UMKM yang berhak menggunakan elpiji tiga kilo gram memiliki omzet tidak lebih dari Rp800.000 per bulan.

Baca Juga:  Ratusan koperasi di Nunukan tidak aktif, terancam dibubarkan

Namun ketentuan ini terbalik akibat banyaknya warga mampu dan usaha tidak berhak yang menggunakannya.

Oleh karena itu, Disdag Kabupaten Nunukan mengajak kesadaran masyarakat yang mampu agar tidak menggunakan elpiji bersubsidi agar kebutuhan warga kurang mampu terpenuhi.

Berdasarkan data dari PT Pertamina suplai ke Kabupaten Nunukan telah mencapai 80.000 lebih setiap bulan.

Namun kuota tersebut sulit dipenuhi PT Pertamina secara terus menerus karena jatah Kabupaten Nunukan hanya 25.000 tabung dan isinya setiap bulan.

“Sekarang ini PT Pertamina menambah terus kuota ke Kabupaten Nunukan mengacu dari jumlah tabung gas kosong yang masuk. Padahal jatah yang tercatat untuk Kabupaten Nunukan cuma 25.000 tabung kosong,” beber Hasan Basri.

Baca Juga:  Pelaku UMKM: Pemkab Nunukan Terus Mendorong dan Mudahkan Perizinan

Apabila kondisi ini dibiarkan maka tidak tertutup kemungkinan akan terus bertambah dan kelangkaan sulit dihindari.

Dampaknya kebutuhan bagi warga kurang mampu dan UMKM skala kecil akan kesulitan terpenuhi. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here