Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara gelar rakor

Perpustaaan Kaltara Gelar Rakor
FOTO: DKISP Kaltara

Tarakan (BERANDATIMUR) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bidang Perpustakaan di Tarakan pada Senin 11 Juli 2022. Rakor diikuti oleh instansi yang membidangi perpustakaan di kabupaten/kota se-Kaltara, serta OPD terkait di lingkup Pemprov Kaltara.

Hadir sebagai narasumber dalam Rakor ini, selain dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi, juga ada dari Bappeda-Litbang Provinsi Kaltara, Staf Ahli Gubernur, serta dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Dalam rapat juga dipaparkan berbagai persoalan dan juga rencana strategis perpustakaan di Kaltara yang disinergikan dengan strategi perpustakaan nasional diantaranya kurangnya data dukungan, belum terdata, kurangnya kualitas dan kuantitas tenaga pengelola, belum maksimalnya keberpihakan pemangku kepentingan, terbatasnya anggaran untuk operasional, masih rendah minat baca masyarakat.

Baca Juga:  Kaltara bakal bangun sarana transportasi bertaraf internasional

Untuk mengatasi permasalahan ini, Ramli mengatakan, sudah ada beberapa solusi yang dilakukan seperti memperkuat struktur kelembagaan perpustakaan dengan pembuatan peraturan daerah, peraturan gubernur, dan peraturan bupati sampai di tingkat bawahnya.

Mewakili Perpusnas, Kusmeri menyampaikan ada dua masalah pokok yang menyebabkan literasi secara nasional masih rendah. Yakni rasio ketersediaan bahan bacaan dibandingkan jumlah penduduk di Indonesia dan rendahnya tingkat inovasi.

“Indonesia adalah negara dengan tingkat inovasi yang rendah di dunia, dengan tingkat produksi yang rendah (juga),” tambahnya.

Dua masalah ini dijadikan dasar oleh Presiden untuk merancang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang salah satunya berfokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). “Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan kecuali meningkatkan kualitas SDM,” katanya.

Baca Juga:  Audensi Gubernur Kaltara, BI Sampaikan Program Kerja

Sesuai rencana strategis Perpusatakaan Nasional, tujuan utama yang akan dicapai adalah terwujudnya budaya literasi masyarakat.

Kusmeri menambahkan, sasaran program yang akan dicapai antara lain terwujudnya semua jenis perpustakaan sesuai standar nasional dan layanan prima, pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan bahan perpustakaan dan naskah nusantara.

Ia menambahkan perlunya sinkronisasi dokumen perencanaan, mulai dari kabupaten/kota, provinsi hingga secara nasional.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kaltara Drs H Zainal A Paliwang SH, M.Hum, melalui Staf Ahli Bidang Aparatur Pelayanan Publik dan Kemasyarakatan, Ir Syahrullah Mursalin, MP mengatakan, peran perpustakaan sangat penting dalam mewujudkan visi dan misi Provinsi Kaltara.

Ia berharap budaya literasi di Kaltara semakin ditingkatkan sehingga SDM masyarakat akan semakin meningkat.

Baca Juga:  Pemprov Kaltara menggelar pelatihan dakwah berbasis digital

Ada delapan tipe kecerdasan yang meliputi kecerdasan spasial atau visual, kinestetik, linguistik, intrapersonal, interpersonal, logis, musikal, dan naturalistik.

Gubernur Kaltara mendorong pendidikan di Kaltara agar dapat mengakomodir berbagai potensi bakat berdasarkan tipe tersebut.

“Sekolah itu harus ada sarana musik, olahraga, dan guru yang kompeten, sehingga seluruh anak bangsa kita bisa tumbuh dan berkembang dengan tipe kecerdasan yang bermacam-macam,” tekannya. (dkisp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here