Dinilai Tak Edukatif, Mahasiswa Demo Penayangan Film Dilan 1991

MAKASSAR (berandatimur.com) – Mahasiswa di Kota Makassar Sulawesi Selatan menggelar aksi demonstrasi menuntut penghentian penayangan film Dilan 1991 karena dinilai tak edukatif.

Aksi demonstrasi yang digelar Mall Panakkukang, Mall Mitos dan Daya Grand Square, Selasa (5/3) atas penolakan film remaja ini.

Mahasiswa Kota Makassar yang tergabung dalam Aliansi Peduli Generasi menuntut film ini tak ditayangkan lagi di bioskop-bioskop di kota itu.

Koordinator Ikatan Mahasiswa Bima Dompu (IKMDB) Makassar, Dedi Aryadin pada aksi itu mengatakan, penolakan itu dilakukan setelah melakukan kajian mendalam dan konsolidasi internal terkait film Dilan 1991 ini.

Menurut dia, film Dilan telah melanggar Undang-Undang Perfileman Indonesia Nomor 33(b) tahun 2009 yang tertera bahwa film sebagai media komunikasi massa merupakan sarana mencerdaskan kehidupan bangsa dan pembinaan akhlak mulia.

Baca Juga:  Perguruan Islam Atirah Baruga Makassar helat Liga Boarding
Mahasiswa Kota Makassar yang tergabung dalam Aliansi Peduli Generasi menggelar aksi demonstrasi menuntut penghentian penayangan film Dilan 1991 di Mall Panakkukang Makassar, Selasa (5/3).
Foto : Atim

Merujukan pada kata memcerdaskan bangsa ini harusnya mencerminkan hal-hal yang positif atau mendidik, jelas dia.

Namun hadirnya Film Dilan 1990 maupun 1991 menunjukan beberapa adegan yang tidak memenuhi unsur pencerdasan sehingga tidak seharusnya ditayangkan..

Dedi mencontohkan, adanya adegan anak yang sedang menggunakan seragam sekolah melakukan kekerasan terhadap guru.

Kemudian, pada sesion lain ada adegan ciuman antar siswa SMA jika merujuk pada norma agama sudah jelas bertentangan.

Mahasiswa beranggapan, jika di kaji dari sisi sosial film Dilan sangat mempengaruhi pola pikir anak-anak di bawah umur.

Baca Juga:  Potongan Tubuh (Wajah) Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Dapat Dikenali

“Jangankan anak-anak dibawah umur, orang dewasa di atas 20 tahun juga rentan terpengaruh dengan adegan yang tak sepentasnya dalam film ini,” tekan dia.

Berkaitan pada berbagai aspek negatif ini, maka Aliansi Mahasiswa Peduli Henerasi menuntut agar pihak berwenang menghentikan penayangan film Dilan di seluruh Indonesia khususnya di Kota Makassar. Selanjutnya, mencabut izin XXI seluruh Indonesia” tegas Dedi lagi.

Tuntutan mahasiswa Kota Makassar ini ditujukan pula kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Parawisata melakukan tindakan dengan menghentikan penayangan film ini.

Baca Juga:  Melawan Pakai Parang, MT Terduga Teroris di Makassar Ditembak Mati

Pada orasinya, mahasiswa meminta Komisi I DPR RI menindaklanjuti poin-poin yang menjadi tuntutannya. (*)

Penulis : Atim
Editor  : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here