Dinkes Nunukan Sarankan Manfaatkan DD Buat Posyandu Wisata

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menyarankan dana desa (DD) dapat dimanfaatkan membuat posyandu wisata.

Hal ini diutarakan Hj Ramsidah, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan pada Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kabupaten (TIK) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa pada Kamis, 24 Oktober 2019.

Ia menegaskan, posyandu wisata telah layak dibuat dengan menggunakan anggaran DD sebagai sebuah inovasi.

Posyandu wisata ini dapat dikerja samakan dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan.

Ramsidah menjelaskan, posyandu wisata ini dapat dikoneksikan dengan dengan membuat ruang bermain dan tempat belajar bagi anak-anak.

Baca Juga:  Akibat Asap Tebal, Pesawat jamaah Haji Nunukan Batal Mendarat di Bandara Tarakan

Menurut dia, apabila posyandu bisa dikolaborasikan dengan taman bermain dan tempat belajar maka sangat baik bagi kepentingan masyarakat di desa.

Ia berharap, keberadaan posyandu wisata ini belum ada pemerintah desa yang melakukan inovasi padahal dapat dilakukan dengan beaarnya anggaran melalui DD tersebut.

“Bagaimana kalau kita dorong pemerintah desa berinovasi membuat posyandu wisata dengan mengkolabirasikan dengan wadah bermain dan tempat belajar,” ujar Ramsidah.

Ia berharap, TIK Nunukan mengupayakan posyandu wisata ini karena dinilai belum ada yang menginovasikan di Kabupaten Nunukan.

Sekretaris TIK Nunukan, Ramlan Ariyadi pada kesempatan itu juga mengutarakan, pihaknya terus berupaya mendorong pemerintahan desa untuk berinovasi.

Baca Juga:  Ada bantuan dana bagi PKL dan warung, disalurkan oleh Kodim/Polres masing-masing

Inovasi tersebut memang tidak terikat pada salah satu bidang saja tapi semua aspek dapat dilakukan yang bermanfaat pada kemajuan pembangunan di desa masing-masing.

Rakor TIK Nunukan
Kabid Pengembangan Desa DPMPD Nunukan, Ramlan Ariyadi

Pada dasarnya, kata Kabid Pengembangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Nunukan ini, dari 232 desa di daerahnya telah melakukab inovasi salah satunya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Namun memang diharapkan ada inovasi pada bidang lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Ia mengakui, TIK ini merupakan program Kementerian Desa dan Transmigrasi dengan tujuan pemanfaatan DD agar lebih efektif.

Meskipun dia akui, masih ada desa yang belum melakukan inovasi secara maksimal sehingga penggunaan DD dianggap belum tepat sasaran.

Baca Juga:  Kejari Nunukan Selidiki Dugaan Korupsi Dana Desa di Sebatik

Hanya saja, terkendala dalam hal pemanfaatan DD yang bersumber dari APBN tersebut yang mungkin ada kegiatan yang lebih prioritas melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes).

Kenapa ada TIK? Tujuannya untuk mendorong pemerintah desa membuat inovasi melalui anggaran DD atau alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari APBD. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here